BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Setelah bertahun-tahun terpuruk, Honda akhirnya menunjukkan sinyal kuat kebangkitan di MotoGP Malaysia 2025. Di tengah cuaca panas dan lintasan yang menuntut keseimbangan tinggi, nama Joan Mir kembali bersinar, menghidupkan asa lama yang nyaris padam sejak ia meraih gelar juara dunia pada 2020.
Performa Mir di Sirkuit Sepang kali ini menjadi buah bibir paddock. Sejak sesi latihan pertama, pembalap asal Spanyol itu tampil percaya diri dengan motor Honda RC213V yang tampak jauh lebih kompetitif. Ia finis keempat secara keseluruhan, sementara rekan setimnya, Johann Zarco, mengukir catatan waktu terbaik kedua.
Yang lebih mencengangkan, Mir menorehkan kecepatan puncak 336,4 km/jam , menyamai rekor tertinggi MotoGP dan menandakan peningkatan signifikan pada mesin Honda musim ini.
Namun bukan sekadar kecepatan lurus yang membuat paddock terkejut. Dalam simulasi balapan enam lap berturut-turut, Mir mencatat rata-rata waktu 1 menit 59,107 detik, tercepat di antara seluruh pembalap di sepuluh besar.
“Kami memang masih harus memahami daya tahan ban, tapi saat semua menekan, kami ada di depan,” ujar Mir melansir Motorsport.com, Sabtu (25/10/2025).
Baca Juga:
Johann Zarco Frustrasi, Honda Masih Terjebak di Masa Lalu MotoGP
Performa ini menegaskan kemajuan besar Honda, yang kini tak lagi kesulitan pada satu area spesifik. Mesin baru lebih bertenaga, traksi lebih stabil, dan kelincahan meningkat drastis di tikungan. Mir mengaku kini dapat menekan batas tanpa rasa takut kehilangan kendali, sesuatu yang dulu terasa mustahil dengan motor generasi sebelumnya.
“Yang penting, motor kini terasa stabil. Saya bisa menekan tanpa kehilangan kendali,” tambahnya.
Meski begitu, tantangan besar masih menanti. Honda belum sepenuhnya memecahkan masalah degradasi ban dan performa kualifikasi. Mir belum pernah start lebih tinggi dari posisi ke-12 sejak GP Jepang, dan kecepatan puncak di latihan belum tentu terulang saat balapan.
Selain Honda, Pedro Acosta (KTM) dan Jack Miller (Yamaha) juga tampil cepat di hari pertama, meski keduanya masih dihantui keausan ban. Sebaliknya, Ducati dan Aprilia justru tampil mengecewakan, sebagian besar pembalap mereka gagal menembus sepuluh besar.
Jika momentum ini bertahan hingga Minggu, MotoGP Malaysia 2025 bisa menorehkan kisah luar biasa: kebangkitan seorang juara dunia yang terlupakan, dan kemenangan pertama Honda di lintasan kering sejak 2020.
Sirkuit Sepang, tampaknya, tengah bersiap menyaksikan babak baru kebangkitan sang raksasa Jepang, dan mungkin, kelahiran kembali Joan Mir sebagai penantang sejati di era modern MotoGP.
(Budis)











