BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Musim pertama Jorge Martin bersama Aprilia Racing jauh dari kata ideal. Cedera beruntun membuatnya kehilangan pramusim, kehilangan ritme, dan bahkan kehilangan sebagian besar kalender MotoGP 2025. Namun di balik musim yang kacau, Aprilia justru melihat satu hal yang tak hilang dari Martin: potensi besarnya untuk kembali menjadi “monster” di lintasan.
CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola menegaskan bahwa musim 2026 akan menjadi titik balik bagi sang juara bertahan MotoGP 2023. Rivola percaya, dengan fondasi motor RS-GP yang semakin matang dan struktur tim yang semakin solid, kebangkitan Martin bukan sekadar harapan, tetapi sesuatu yang sangat realistis.
“2026 akan menjadi tahun yang bagus untuk Aprilia,” ujar Rivola kepada MotoGP.com, dikutip Sabtu (6/12/2025).
Ia menilai Marco Bezzecchi sudah menunjukkan level yang sangat tinggi dengan empat kemenangan sepanjang 2025. Begitu pula sektor Trackhouse yang stabil dengan Raul Fernandez dan prospek besar dari Ai Ogura.
Baca Juga:
Bagnaia Antisipasi Kebangkitan Yamaha di MotoGP 2025
Namun fokus utama Rivola tetap satu, mengubah Jorge Martin kembali menjadi monster Aprilia.
Rivola menyebut ada tiga hal yang harus diberikan kepada Martin jika mereka ingin melihatnya kembali mendominasi: waktu, jam terbang, dan kepercayaan diri. Tiga fondasi yang hilang dalam musim debutnya bersama RS-GP.
Martin berkembang pesat ketika bisa memahami karakter motor secara menyeluruh. Tetapi cedera memotong pramusim dan memutus kontinuitas yang ia butuhkan. Jam terbang yang hilang membuatnya harus “berlari tanpa pemanasan” setiap kali kembali ke lintasan.
Selain masalah teknis, Rivola menyoroti aspek mental. Ia yakin, begitu Martin menemukan kembali rasa percaya dirinya hal yang membuatnya dikenal sebagai salah satu pembalap paling agresif dan eksplosif, maka sosok “monster” itu akan muncul lagi.
“Jika ritmenya kembali normal, bakat dan kecepatannya akan muncul dengan sendirinya,” kata Rivola.
Aprilia sadar bahwa kebangkitan Martin bukan sekadar penyesuaian teknis, tetapi sebuah proses rekonstruksi total. Mereka ingin mengembalikan Martin yang dikenal cepat, buas, dan tak pernah ragu untuk menyerang. Martin yang mampu membuat rival-rivalnya gelisah setiap kali lampu start padam.
2026 diprediksi menjadi musim penting bagi Aprilia, musim ketika Jorge Martin punya kesempatan untuk bangkit dari puing cedera dan kembali menjadi monster RS-GP yang siap mengguncang papan atas MotoGP.
(Budis)










