BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Diduga dipicu masalah sepele, seorang juru parkir (jukir) nekat menikam pemilik warung kelontong menggunakan pisau lipat di kawasan Jalan Tanjung Duren Raya, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
Insiden berdarah itu terjadi setelah korban mencabut ponsel milik istri pelaku yang tengah diisi daya, hingga memicu emosi pelaku dan berujung penyerangan.
Hal tersebut disampaikan oleh Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan AKP Alexander.
“Bermula saat istri pelaku, isi daya ponsel, korban sempat mencabut pengisi daya itu, hingga istrinya marah-marah. Kemudian karena istrinya marah, maka pelaku langsung menyerang korban,” kata AKP Alexander di Jakarta, mengutip Antara Minggu (5/10/2025).
Ia menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Jumat (19/9/2025). Pelaku berinisial BW menusuk korban berinisial A, seorang pria, hingga mengenai lengan kirinya dan mengakibatkan luka sayat.
“Kondisi korban, luka di area tangan kiri. Akibatnya ada beberapa jahitan,” kata Alexander.
Usai melancarkan aksinya, lanjutnya, pelaku langsung kabur untuk menghindari tangkapan polisi.
“Pelaku lari sekitar dua minggu,” katanya.
Dalam pelariannya, kata Alexander, pelaku berpindah-pindah tempat agar tidak terlacak oleh petugas.
“Kemarin, Kamis (2/10), kita berhasil menangkapnya di sebuah indekos daerah Kebon Jeruk, tempat dia bersembunyi,” kata Alexander.
Atas tindakannya, pelaku dijerat Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Alex, mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan pelaku berinisial BW merupakan residivis kasus serupa.
“Pelaku ini residivis. Ia pernah ditangkap dan divonis pada tahun 2016 atas kasus penganiayaan,” ujar Alex.
Baca Juga:
Salah Paham Paket COD, Ketua RW di Cianjur Jadi Korban Pembacokan
Pelaku Pembacokan 5 Anggota Keluarga di Tasikmalaya Ditemukan Meninggal
Lebih lanjut, Alex menjelaskan pihaknya masih melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap pelaku, termasuk tes urine untuk memastikan kemungkinan adanya keterlibatan narkoba.
“Kami masih dalami lagi apakah tindakannya dipengaruhi sifat temperamental semata atau juga karena penggunaan narkoba,” tuturnya.
(Virdiya/_Usk)











