BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Presenter sekaligus anggota DPR RI nonaktif, Uya Kuya, membagikan kisah haru sekaligus menegangkan di balik penjarahan rumahnya yang terjadi pada Sabtu (30/8/2025) malam di kawasan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur.
Ketika situasi memanas dan massa mulai mengepung tempat tinggalnya, Uya memilih berlindung di sebuah apartemen. Namun, tak disangka, massa tetap berusaha mengejarnya hingga ia harus berpindah tempat dengan bantuan seorang tokoh dermawan pengusaha Jusuf Hamka.
“Saat itu subuh-subuh dihubungi Pak Jusuf Hamka, ‘Uya kenapa nih?’ Dia baru bangun,” ungkap Uya dalam kanal Curhat Bang Denny Sumargo, Selasa (4/11/2025).
Jusuf Hamka Jemput Sendiri di Tengah Kekacauan
Menurut cerita Uya, Jusuf Hamka langsung bergerak cepat setelah mengetahui situasinya yang genting.
“‘Saya jemput mau enggak?’ kata beliau. Saya jawab, ‘jemput saya, Pak.’ Pak Jusuf Hamka jemput gue ke basement, gue turun lewat tangga darurat,” imbuhnya.
Tanpa pengawalan, Jusuf Hamka membawa Uya sendiri menuju tempat aman yang dirahasiakan. Awalnya, Uya memilih untuk tidak menetap di tempat Jusuf agar tidak merepotkan, tetapi mereka kembali bertemu keesokan harinya di Masjid Istiqlal.
“Besoknya gue ketemu lagi di masjid Istiqlal, dan dia bilang ‘udah lo ikut gue aja,’” tutur Uya.
Sejak saat itu, Uya tinggal di lokasi aman selama lebih dari tujuh hari, dengan Jusuf Hamka yang selalu menemaninya.
Dijaga dan Disembunyikan Selama Tujuh Hari
Selama masa tersebut, Jusuf Hamka dikatakan mengantar sendiri Uya ke mana pun tanpa sopir dan tanpa memberitahu siapa pun lokasi persembunyian itu.
“Pak Jusuf selama tujuh hari lebih, hampir tiap hari nyopirin gue, nyopir sendiri, enggak pakai sopir,” ucap Uya.
“Karena dia enggak mau orang-orang tahu Uya di mana. Dia enggak mau orang terdekatnya tahu gue ada di mana,” lanjutnya.
Uya mengaku kagum dan terharu atas keberanian dan ketulusan pengusaha jalan tol tersebut, yang tetap datang menjemput meski situasi di luar masih kacau.
“Gue salutnya sama Pak Jusuf Hamka, beliau baik, mau ambil risiko, nyetir sendiri, masuk apartemen gue yang masih ada beberapa orang di luar,” kata Uya.
Jusuf bahkan disebut menyinggung masa kelam kerusuhan 1998, yang membuatnya teringat akan pentingnya membantu sesama tanpa melihat perbedaan.
“Tapi inilah indahnya perbedaan, Pak Jusuf malah bilang, ‘saya ingat kejadian ’98,” tambah Uya.
Baca Juga:
Jadwal Sidang Etik Ahmad Sahroni hingga Uya Kuya usai Dinonaktifkan dari DPR
Soal Nasib Uya Kuya Hingga Sahroni di DPR, MKD Tak Bisa Cepat Ambil Tindakan
Uya Kuya Pilih Tak Lapor Polisi
Meski mengalami kerugian besar, Uya Kuya mengaku tidak melaporkan kasus penjarahan rumahnya kepada pihak kepolisian.
“Terus terang, saya pribadi belum, tidak melaporkan ke polisi,” ujarnya.
Namun, beberapa pelaku disebut tetap berhasil ditangkap berkat jejak digital dan rekaman video di media sosial.
“Yang saya dengar, dari video-video di sosmed, walaupun burem, bisa ditangkap. Indonesia sudah canggih, dari video keluar tuh KTP sama alamatnya,” jelasnya.
Sikap Tenang di Tengah Kekacauan
Sehari setelah kejadian, Uya bahkan muncul di depan publik untuk melihat langsung reaksi masyarakat. Ia mengaku terharu karena warga justru menyambutnya dengan empati.
“Orang kaget lihat gue, karena itu baru satu hari setelah penjarahan kan, gue senyum aja. Enggak lama orang-orang datang, ‘sabar ya mas,’ minta foto,” kenangnya.
Bagi Uya, peristiwa ini bukan hanya ujian, tapi juga pelajaran tentang ketulusan dan solidaritas, terutama dari sosok seperti Jusuf Hamka yang hadir tanpa pamrih di saat-saat paling sulit.
(Hafidah Rismayanti/Aak)











