BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Kamaru Usman menanggapi seruan “blockbuster” Islam Makhachev jelang UFC 322, ajang yang akan menjadi panggung besar bagi perebutan sabuk juara kelas welter. Islam Makhachev tengah bersiap mempertahankan gelar tersebut untuk pertama kalinya, namun sebelum mewujudkan rencana besar menghadapi sang mantan penguasa divisi, ia harus lebih dulu melewati ujian berat, yakni Jack Della Maddalena.
Pertarungan keduanya akan menjadi laga utama ajang bayar-per-tayang UFC 322 akhir pekan ini di New York. Dan dari seluruh pernyataan yang muncul, tampaknya Usman sudah menyiapkan diri untuk kembali merebut tahtanya.
“Saya sudah menjelaskan dengan jelas bahwa yang saya inginkan adalah gelar itu kembali. Di situlah saya seharusnya berada,” ujar Usman kepada MMA Fighting.
“Saya pikir [dengan saya dan Islam] jelas keduanya mantan pound-for-pound [petarung peringkat No. 1], saya rasa dalam sejarah hal itu tidak pernah terjadi di mana mereka melakukannya. Jadi saya pikir itu pertarungan yang sangat besar. Saya mencintai Islam. Ini bukan salah satu situasi di mana kami datang dan saya membenci pamanmu atau saya membencimu. Ini murni kompetisi terbaik dari yang terbaik,” tambahnya.
Menurut Usman, pertarungan melawan Makhachev akan menjadi duel yang bukan hanya memperebutkan sabuk, tetapi juga kehormatan.
“Saya pikir ini yang terbesar pastinya. Anda menginginkan salah satu pertarungan itu. Anda menginginkan salah satu pertarungan yang benar-benar mengangkat divisi tersebut. Itu benar-benar menempatkan divisi tersebut di garis depan ketika semua orang tahu akan ada pertarungan kelas welter, semua orang memperhatikan. Saya pikir ini adalah pertarungan itu, saya dan Islam,” lanjutnya.
BACA JUGA:
CEO UFC Sebut Mark Zuckerberg Bisa Hajar Semua yang Meremehkannya
Islam Makhachev Siap Rebut Takhta Petarung Terbaik di UFC 322, Tantang Jack Della Maddalena
Usman, 38 tahun, sebelumnya berhasil memutus tiga kekalahan beruntunnya dengan menumbangkan Joaquin Buckley di ajang UFC Atlanta pada Juni lalu. Kemenangan itu menandai kebangkitannya setelah sempat terpuruk di puncak karier.
“Jangan salah paham, saya dan JDM juga, itu pertarungan besar bagi garda baru melawan garda lama,” ujarnya menambahkan. “Saya pikir itu juga pertarungan besar. Tapi saya pikir kita belum pernah melihat dua petarung pound-for-pound bertarung di sana, saya pikir itu adalah pertarungan yang sangat menarik, dan saya pikir itu pasti mendekati puncak.”
Bagi Usman, siapa pun lawannya nanti baik Makhachev maupun Della Maddalena tujuannya tetap sama: merebut kembali sabuk juara yang pernah menjadi simbol kejayaannya.
“Saya tidak duduk di sini [mengatakan] saya hanya menginginkan Islam. Tidak, saya menginginkan gelar dan saat ini dua petarung yang kebetulan bertarung untuk gelar itu adalah Islam dan Jack. Siapa pun orangnya, itulah pertarungan yang saya inginkan. Jelas jika itu Jack, garda lama versus garda baru, itu juga masih merupakan perbedaan gaya. Ya, saya menginginkan pertarungan itu, tetapi jika itu Islam, itu akan menjual dirinya sendiri. Ambil uang saya sekarang,” tuturnya.
Pemenang duel Makhachev melawan Della Maddalena akhir pekan ini kemungkinan besar akan menentukan arah masa depan kelas welter dan membuka jalan bagi pertarungan megah yang mungkin menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah UFC.
(Haqi/Dist)











