JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Kamaru Usman akhirnya menyatakan siap berduel dengan Islam Makhachev. Ia bersedia bertarung Makhachev dengan alasan rasa hormat sekaligus ambisi besar.
Usman menyebut, bahwa duel melawan Makhachev adalah peluang unik untuk menguji diri melawan salah satu petarung terbaik di divisi welter dan ringan.
ia menjelaskan, bahwa ia sangat menghargai dominasi Makhachev sebagai juara dua divisi dan petarung dengan teknik gulat luar biasa, Makhachev selalu menjadi batu sandungan yang layak.
Bagi Usman pertarungan itu bukan sekadar perebutan sabuk, melainkan momen untuk menunjukkan bahwa ia masih berada di puncak kompetisi.
Dalam wawancara dengan media, Usman menegaskan bahwa ia melihat Makhachev sebagai lawan yang “nyaris sempurna” — kombinasi atletisme, skill grappling, dan kecerdikan strategi sangat sulit ditandingi. Dia tidak hanya menghormati prestasi Makhachev, tetapi juga percaya bahwa sebuah kemenangan atasnya akan menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam kariernya.
Usman juga menyoroti aspek motivasi finansial dan legacy (warisan prestasi). Menurutnya, melawan petarung seperti Makhachev tidak hanya soal gelar, tetapi juga soal meletakkan nama dalam sejarah UFC sebagai salah satu yang pernah menghadapi dan mengalahkan dua-divisi champion.
Dia menambahkan bahwa meski Makhachev terlihat sangat dominan, ia yakin bisa menghadirkan pertarungan yang layak.
“Saya ingin membuktikan bahwa saya bisa bersaing di level tertinggi,” ujar Usman., melansir MMA Junkie, Jumat (21/11/2025).
“Tantangan seperti ini adalah momen yang membuat saya terus berkembang,” tambahnya.
Selain itu, Usman menegaskan bahwa rivalitas ini sudah lama diinginkan oleh banyak pihak, termasuk penggemar dan analis MMA.
Baca Juga:
Jadi Target Islam Makhachev di UFC 322, Kamaru Usman: Dia Hampir Tanpa Celah
Pelatih Conor McGregor Sebut Calon Lawan Terberat Islam Makhachev di Kelas Welter UFC
Pertarungan antara keduanya akan sangat menarik dari segi teknikal dan hiburan, karena gaya mereka sangat kontras: Usman dikenal dengan kombinasi gulat dan pukulan keras, sementara Makhachev sangat efisien dengan kontrol lantai dan transisi.
Usman pun mengakui bahwa faktor usia bukan halangan utama. Walaupun kini berada di tahap karier yang lebih matang, ia masih merasa memiliki kapasitas fisik dan mental untuk menghadapi pertarungan kelas atas.
Bagi dia, pertarungan melawan Islam Makhachev akan menjadi ujian terakhir untuk menunjukkan bahwa dia masih relevan di divisi welter.
Dengan pernyataan ini, kemungkinan duel antara Usman dan Makhachev semakin nyata, dan menjadi salah satu duel yang dinanti dalam kalender UFC. Hal ini juga membuka potensi drama besar di panggung MMA global, di mana dua nama besar bertarung untuk pengakuan absolut.
(Dist)










