BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Kampung Yoboi berada di Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. Kampung ini dikenal unik karena sekitar 90 persen bangunannya berdiri di atas Danau Sentani, menjadikannya salah satu desa wisata terapung paling khas di Indonesia.
Rumah-rumah warga dibangun dari kayu dengan pilar yang tertancap di dasar danau. Jalan penghubung antarrumah serta dermaga dicat warna-warni, menciptakan kesan ceria dan sangat instagramable. Tak heran jika Kampung Yoboi kerap disebut sebagai desa wisata yang menawarkan pengalaman layaknya resor alam terbuka.
Pesona Alam Danau Sentani
Kampung Yoboi berada di kawasan Danau Sentani yang memiliki luas sekitar 9.360 hektare dan diklaim sebagai danau terluas di Papua. Danau ini terbentang di antara Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, serta menyimpan kekayaan hayati berupa 30 spesies ikan air tawar.
Pemandangan danau yang eksotis, udara sejuk, serta aktivitas masyarakat adat yang menyatu dengan alam menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.
Surga Sagu Terbesar di Indonesia
Salah satu kekuatan utama Kampung Yoboi adalah hutan sagu seluas sekitar 1.600 hektare. Uniknya, kawasan ini menjadi habitat lebih dari 20 jenis sagu, dan diklaim sebagai wilayah dengan jenis sagu terbanyak di Indonesia.
Wisatawan dapat mengikuti trekking hutan sagu sepanjang 420 meter, menyaksikan langsung proses pemangkuran sagu, pengolahan pati sagu, hingga panen ulat sagu yang menjadi bagian penting dari budaya dan pangan lokal.
Wisata Edukasi dan Kearifan Lokal
Kampung Yoboi menawarkan wisata edukasi yang kuat. Pengunjung dapat melihat taman gizi terapung, tempat warga menanam dan memanen sayuran organik di atas danau. Selain itu, wisatawan juga bisa menyaksikan berbagai upacara adat, seperti:
- Prosesi pembayaran maskawin menggunakan kapak batu
- Tradisi pembayaran kepala
- Aktivitas adat yang masih dijaga turun-temurun
Dalam bidang seni dan kriya, Kampung Yoboi memiliki batik khas Papua, tas dari anyaman daun sagu, kalung dan tirai dari buah sagu, serta berbagai kerajinan tangan berbasis alam.
Tarian Isosolo, Tarian di Atas Air
Salah satu ikon budaya Kampung Yoboi adalah Tarian Isosolo, tarian tradisional yang dilakukan di atas perahu. Isosolo berarti sekelompok orang yang menari dengan sukacita untuk mengungkapkan perasaan hati.
Tarian ini biasanya dilakukan saat mengantarkan barang berharga yang melambangkan kebesaran ondofolo (kepala adat). Barang tersebut bisa berupa hasil buruan seperti babi hutan, hasil kebun dari panen pertama, atau ikan besar hasil tangkapan di Danau Sentani.
Baca Juga:
Walhi Jabar Soroti Kerusakan Lingkungan, Desak Pemprov Tindak Tegas Pelanggar
Festival Budaya yang Hidup
Kampung Yoboi juga rutin menggelar berbagai aktivitas budaya, di antaranya:
- Festival Danau Sentani
- Festival Ulat Sagu
- Festival Ela (tradisi berburu hewan hutan)
Festival-festival ini menjadi momen terbaik untuk melihat kekayaan budaya masyarakat Yoboi secara utuh.
Wisata Kuliner Khas Papua
Wisatawan tak perlu khawatir soal kuliner. Kampung Yoboi menawarkan berbagai makanan khas berbahan lokal, seperti:
- Papeda
- Sagu bakar
- Tepung sagu
- Es krim sagu
- Sate ulat sagu
- Ikan kuah hitam
- Sate buaya
- Aneka kue tradisional
Waktu Terbaik Berkunjung
Waktu terbaik mengunjungi Kampung Yoboi adalah pagi dan sore hari, saat wisatawan bisa menyaksikan aktivitas masyarakat adat seperti mengolah sagu, upacara adat, serta pertunjukan tarian tradisional.
Desa Wisata Berprestasi
Dengan keindahan alam, kekayaan budaya, dan konsep wisata berbasis kearifan lokal, Kampung Yoboi berhasil masuk sebagai 50 Desa Wisata Terbaik Indonesia dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.
Jika dipromosikan dengan strategi yang tepat, Desa Wisata Kampung Yoboi memiliki potensi besar untuk terus menarik wisatawan, khususnya wisatawan domestik, sebagai pasar prioritas saat ini.
