BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Kejadian yang membuat bulu kuduk berdiri terjadi di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Seorang bayi nyaris dibawa pergi oleh orang tak dikenal dan yang lebih mengkhawatirkan, gelang identitas sang bayi sudah tidak ada di tangannya saat sang ibu kembali ke ruangan.
Segalanya bermula ketika Nina Saleha, ibu sang bayi, turun sejenak bersama suaminya untuk makan sementara menunggu giliran pemeriksaan dokter.
Sebelumnya, ia sempat berbincang singkat dengan seorang perempuan asing yang berada di lokasi yang sama.
Namun ada yang mengganjal. Firasat kuat mendorong Nina untuk kembali lebih cepat dan apa yang ia temukan membuat jantungnya nyaris copot. Perempuan asing itu sudah memegang bayinya dan tampak bersiap pergi.
“Pas saya kembali ke atas, ternyata anak saya sudah dipegang oleh perempuan itu. Pas saya perhatikan baju, selimut, dan wajahnya — itu anak saya,” ungkap Nina.
Lebih mencengangkan lagi, Nina mendapati gelang identitas bayinya sudah lenyap dari pergelangan tangan sang buah hati.
“Pas dilihat, gelang namanya sudah tidak ada. Katanya gelangnya sudah digunting oleh suster,” ungkap Nina dengan nada tak percaya.
Nina langsung berteriak memanggil perawat dan memperingatkan bahwa bayinya hendak dibawa pergi oleh orang yang tidak ia kenal.
Ibu Curiga Ada Kelalaian, Bahkan Kesengajaan
Insiden ini tidak hanya membuat Nina trauma , ia juga mempertanyakan peran petugas rumah sakit dalam kejadian tersebut.
Menurutnya ada indikasi kelalaian serius dari pihak rumah sakit, dan ia tidak menutup kemungkinan adanya unsur kesengajaan di balik peristiwa ini.
“Harapannya ditindaklanjuti. Susternya kalau bisa diberi sanksi tegas, takutnya jadi oknum,” tegasnya.
RSHS Minta Maaf, Perawat Langsung Dinonaktifkan
Manajemen RSHS Bandung merespons dengan menyampaikan permohonan maaf secara resmi atas insiden yang viral di TikTok sejak 8 April 2026 itu. Direktur Utama RSHS, dr. Rachim Dinata Marsidi, memastikan langkah tegas sudah diambil terhadap perawat yang terlibat.
“Perawatnya sudah kami nonaktifkan dari pelayanan langsung kepada pasien, dipindahkan ke bagian lain, serta diberikan Surat Peringatan (SP) 1,” ujar Rachim.
RSHS juga menyatakan telah melaporkan kejadian ini kepada Kementerian Kesehatan RI dan siap menjalani evaluasi penuh. Ke depan, rumah sakit berkomitmen memperketat kepatuhan SOP dalam proses penyerahan bayi kepada orang tua.
KDM Turun Tangan, Beri Bantuan Rp10 Juta
Insiden ini turut menyentuh perhatian Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM. Melalui video di kanal YouTube pribadinya, KDM menyoroti kecerobohan perawat dan langsung memberikan dukungan nyata kepada Nina termasuk bantuan finansial senilai Rp10 juta untuk kebutuhan pascapersalinan.
“Ini bentuk kepedulian karena teteh mengalami kesulitan waktu kelahiran. Saya nanti titip buat beli popok, buat beli gizi dan pemulihan kesehatan teteh ya,” ujar KDM dalam percakapan telepon bersama Nina.
Baca Juga:
Pemkot Bandung Terapkan WFH, Gowes Bareng hingga Dorong Produktivitas
Dipicu Aksi Mengintip, Pria di Cakung Dibacok oleh Saudara Sendiri
Polisi Mulai Selidiki
Kasus ini kini masuk ke ranah hukum. Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP Anton, memastikan penyelidikan resmi telah dimulai untuk mengungkap kronologi lengkap dan mengidentifikasi seluruh pihak yang terlibat dalam insiden yang menggemparkan tersebut.
“Kita akan mendalami hal tersebut. Akan dilakukan penyelidikan,” tegasnya pada Jumat (10/4/2026).
(Dist)











