BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Bupati Blora, Arief Rohman turun tangan mendatangi sekolah terkait kasus perundungan (bullying) yang menimpa seorang siswi SMPN 1 Blora, Jawa Tengah.
Inisiden ini viral di media social. Menyikapi hal tersebut, Arief memberikan arahan dan peringatan keras untuk mencegah kasus serupa di hadapan para siswa, saat mendatangi sekolah dan memimpin apel Bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
“Kami prihatin dan ikut sedih. Sebagai bentuk kepedulian, saya kumpulkan seluruh siswa bersama dinas sosial, kepolisian, dan pihak terkait untuk memberikan arahan agar kejadian ini tidak terulang lagi,” kata Bupati Blora, Arief Rohman, mengutip beritasatu, Kamis (13/11/2025).
Arief menegaskan insiden perundungan ini harus menjadi yang terakhir, tidak hanya di SMP Negeri 1 Blora, tetapi juga di seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Blora. Ia menekankan komitmennya untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang sepenuhnya bebas dari praktik kekerasan dan perundungan.
Sebagai langkah konkret, Bupati Arief Rohman menginstruksikan seluruh kepala sekolah di Kabupaten Blora untuk memperkuat langkah pencegahan, pengawasan, serta pembinaan karakter siswa di lingkungan masing-masing.
“Kemarin saya kumpulkan kepala sekolah agar di sekolahnya masing-masing diantisipasi,” jelasnya.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Blora berencana membentuk duta anti-bullying serta satuan tugas (satgas) di setiap sekolah sebagai langkah preventif untuk menekan kasus perundungan di lingkungan pendidikan.
Arief juga menyoroti pentingnya pengawasan penggunaan gawai di sekolah, yang dinilai dapat menjadi pemicu munculnya perilaku negatif di kalangan pelajar.
Baca Juga:
Polisi Selidiki Kasus Bunuh Diri Siswi MTs di Sukabumi yang Diduga Akibat Perundungan
“Keberadaan ponsel di sekolah harus diawasi dengan ketat. Jangan sampai justru membawa dampak negatif, karena bisa saja mereka meniru konten atau video yang tidak pantas,” ujar Arief.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, kasus perundungan di SMP Negeri 1 Blora masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.
(Vini Virdiyanti/Aak)











