BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar), menyatakan sikap tegas terhadap aktivitas angkutan truk tambang di wilayah Parung Panjang, Kabupaten Bogor.
Situasi di kawasan tersebut sangat memprihatinkan, akibat maraknya truk pengangkut material bahan bangunan yang mengabaikan ketentuan jam operasional yang telah ditetapkan.
Dalam video yang diunggah oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) di akun instagram @dedimulyadi71, terlihat kondisi lapangan yang menegangkan.
Petugas di lapangan disebut kewalahan karena banyak truk tetap beroperasi di luar jam operasional. Sehingga menyebabkan kemacetan dan konflik bagi warga sekitar.
Pengusaha Abai Terhadap Peraturan
KDM menegaskan bahwa, para pengusaha tambang lebih mementingkan kepentingan usaha daripada aspek sosial dan lingkungan.
“Kami terus memantau perkembangan yang terjadi di Parung Panjang. Petugas kewalahan karena truk-truk yang mengangkut bahan material batu dan bahan material lainnya tidak mentaati ketentuan jam operasional yang ditetapkan oleh pemerintah Kabupaten Bogor,” ujarnya.
Jalan dan jembatan yang sedang diperbaiki oleh Pemkab Bogor pun ikut terancam karena produksi tambang tetap berjalan meskipun proyek perbaikan infrastruktur sedang berlangsung.
Kerugian
Menurut KDM, aktivitas tambang yang tidak terkendali ini menyebabkan kerusakan jalan yang baru beberapa hari selesai dibangun oleh Pemprov Jawa Barat.
“Jalan yang dibangun oleh pemerintah Provinsi Jawa Barat yang baru beberapa hari sudah diinjak. Tentunya ini akan merusak kualitas bangunan dan menghancurkan jalan dalam waktu cepat,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa jembatan dan jalan yang sedang diperbaiki akan sia-sia jika truk tambang terus beroperasi. Ratusan miliar rupiah anggaran pemerintah terancam terbuang percuma apabila pembangunan tidak dihentikan sementara.
Baca Juga:
Truk Galian Pasir Parung Panjang Bikin Pusing Gubernur Jabar, Tunggu Keputusan Tegas
Respons Kritik KDM, Bupati Bogor Siap Tuntaskan Jalan Rusak Akibat Truk Tambang di Parung Panjang
Ancaman Penutupan Tambang
KDM dengan tegas menyampaikan bahwa Pemprov Jawa Barat tidak akan segan-segan mengambil tindakan tegas, termasuk penutupan sementara selama proyek pembangunan berlangsung. Bahkan penutupan permanen bila para pengusaha tetap melanggar aturan.
“Karena saudara-saudara tidak mentaati apa yang menjadi ketentuan dari pemerintah, abai terhadap lingkungan, dan hanya mementingkan kepentingan usahanya saja, maka saya tegaskan bahwa pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak akan segan-segan untuk mengambil tindakan. Tindakannya adalah penutupan sementara selama proyek pembangunan berlangsung atau penutupan permanen,” tegasnya.
(Anisa Kholifatul Jannah)











