BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Bupati Bandung Dadang Supriatna meminta PT Kahatex untuk segera membangun danau buatan sebagai solusi berkelanjutan dari masalah banjir di Rancaekek dan Tegalluar.
“Saya masih ingat betul di tahun 2022 lalu, saat mendampingi Menko Marves Bapak Luhut Binsar Pandjaitan dan Gubernur Jabar meninjau IPAL terpadu. Saat itu saya secara khusus mengusulkan pemanfaatan lahan seluas 48 Hektar di Tegalluar untuk dijadikan danau buatan sebagai ikhtiar kita agar kawasan Rancaekek memiliki sistem parkir air yang mumpuni,” ujarnya dikutip dari akun instagram pribadinya, Senin (27/4/2026).
Bupati yang akrab disapa KDS ini mengaku sedang melakukan ikhtiar dengan melakukan evaluasi dan menagih komitmen percepatan dari pihak industri, khususnya PT Kahatex.
Sesuai amanat Peraturan Daerah, khususnya Pasal 63 Ayat 3, setiap pemohon izin atau pengembang diwajibkan menghibahkan 10 persen lahan untuk kebutuhan penanganan banjir.
“Langkah ini penting untuk menyelaraskan pertumbuhan industri yang sudah berjalan dengan daya dukung lingkungan yang ada,” katanya.
Menurutnya, langkah ini snagat penting karena Pemerintah Daerah terus memastikan bahwa setiap langkah operasional perusahaan harus sejalan dengan kepentingan publik.
Kami sudah mengingatkan kembali bahwa kepatuhan terhadap kewajiban lahan hibah ini adalah kunci utama jika ingin terus bersinergi membangun wilayah ini. Jika ketentuan ini tidak dipenuhi, tentu akan ada konsekuensi tegas terhadap proses administrasi ke depannya,” tegasnya.
Meski pengerukan sedimentasi sungai rutin dilakukan Pemkab Bandung, namun kata KDS, curah hujan yang tinggi menuntut adanya danau buatan sebagai solusi jangka panjang.
“Saya akan terus kawal instruksi ini agar fungsi alam tetap terjaga, karena keamanan masyarakat Kabupaten Bandung adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar,” katanya.











