BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Setelah sempat tertinggal jauh di klasemen, Max Verstappen kembali menunjukkan mengapa dirinya layak disebut raja Formula 1. Dalam lima balapan terakhir, pebalap Red Bull itu bangkit dengan cara spektakuler, meraih tiga kemenangan dan memangkas selisih besar yang sempat dimiliki Oscar Piastri di puncak klasemen.
Kemenangan dominan di Grand Prix Amerika Serikat akhir pekan lalu menjadi bukti terbaru kebangkitan Verstappen. Ia menyapu bersih 33 poin dari sesi sprint dan balapan utama, memangkas jarak dengan Piastri menjadi hanya 40 poin dengan lima seri tersisa.
Dari posisi yang sempat tampak mustahil, kini Verstappen kembali dalam jalur perburuan gelar dunia kelimanya secara beruntun sebuah prestasi yang sejajar dengan legenda Michael Schumacher.
Bagi banyak pengamat, kebangkitan Verstappen adalah babak baru dalam drama kejuaraan yang sempat terasa monoton. Dua pebalap muda McLaren, Oscar Piastri dan Lando Norris, mendominasi paruh pertama musim.
Namun sejak libur musim panas, stabilitas mereka mulai goyah, sementara Verstappen perlahan menyalip dengan gaya khasnya yang cepat, presisi, dan tanpa ampun.
Daniel Ricciardo menjadi salah satu yang paling vokal memuji kebangkitan sang juara bertahan. Saat menghadiri acara promosi di Austin, Ricciardo melontarkan komentar santai namun sarat makna.
“Sementara Max sedang memesan steak medium rare-nya untuk malam ini. Haha, ya, Max itu gila. Anak itu benar-benar luar biasa. Aku tahu ini sudah jelas, tapi dia membuat kejuaraan ini hidup lagi. Sekarang semua orang berbicara tentang perebutan gelar, bukan hanya McLaren,”candanya.
Baca Juga:
Max Verstappen Bangkit, Panaskan Perebutan Gelar Dunia F1 2025
Ricciardo juga menyebut performa Verstappen telah mengangkat atmosfer kompetisi menjadi lebih intens, memaksa Piastri dan Norris bekerja lebih keras di sisa musim.
“Ketika Max mulai menemukan ritmenya, semua orang harus waspada. Dia bukan hanya cepat, tapi juga sangat jarang membuat kesalahan,” ujar Ricciardo.
Selain Verstappen, Ricciardo turut menyoroti penampilan solid Yuki Tsunoda di Racing Bulls yang berhasil dua kali finis ketujuh di Austin. Namun, sorotan utama tetap tertuju pada Red Bull yang tampak bangkit setelah membawa paket pembaruan besar pada RB21.
Kini, dengan lima balapan tersisa, termasuk dua sesi sprint yang bisa menjadi titik balik, tensi perebutan gelar kembali memanas. Selisih 40 poin bukanlah jarak yang aman ketika Verstappen sedang dalam performa terbaiknya.
Jika tren ini berlanjut, musim 2025 berpotensi menghadirkan salah satu pertarungan gelar paling menegangkan dalam satu dekade terakhir, antara generasi juara masa kini dan masa depan: Max Verstappen versus duo McLaren, Oscar Piastri dan Lando Norris.
“Selalu ada sesuatu yang terjadi ketika Max mulai marah. Biasanya, itu berarti kemenangan sedang dalam perjalanan,” ujarnya.
(Budis)









