Kehilangan 34 Poin dan Gelar Dunia, Oscar Piastri Ingin Jeda dari F1

Oscar Piastri
Oscar Piastri (Foto: F1)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Oscar Piastri menutup musim Formula 1 2025 dengan perasaan campur aduk. Bukan hanya karena gagal merebut gelar juara dunia, tetapi karena ia harus merasakan secara langsung betapa kejamnya persaingan di level tertinggi balap mobil.

Sepanjang paruh awal musim, Piastri tampil nyaris tanpa cela. Konsistensinya membuat ia memimpin klasemen dan disebut sebagai wajah masa depan Formula 1. Keunggulan 34 poin yang ia miliki usai jeda musim panas sempat memberi keyakinan bahwa gelar juara dunia pertamanya tinggal menunggu waktu.

Namun Formula 1 jarang memberi ruang bagi kesalahan kecil. Memasuki paruh akhir musim, dinamika internal McLaren dan meningkatnya performa Lando Norris perlahan mengubah arah persaingan. Setiap balapan menjadi ujian mental, bukan sekadar soal kecepatan mobil. Di fase inilah Piastri kehilangan momentum, sementara Norris justru tampil semakin matang.

Tekanan juga datang dari luar tim. Max Verstappen, meski tak lagi dominan seperti musim-musim sebelumnya, tetap hadir sebagai bayang-bayang konstan dalam perebutan poin. Kombinasi itu membuat perebutan gelar berubah menjadi pertarungan tiga arah yang menguras fokus dan energi.

Alih-alih larut dalam penyesalan, Piastri memilih melihat musim 2025 sebagai proses pembentukan karakter. Ia menyadari bahwa mengendarai mobil tercepat bukan jaminan kemenangan, melainkan menuntut konsistensi mental dari awal hingga akhir musim.

Karena itulah, begitu kalender resmi berakhir, Piastri mengambil keputusan sederhana namun penting: menjauh sejenak dari dunia balap. Pulang ke Australia, bertemu keluarga dan sahabat, menjadi cara baginya untuk mengisi ulang energi setelah satu musim penuh tekanan.

“Musim ini benar-benar panjang. Ada banyak hal yang harus diproses, bukan hanya soal hasil di lintasan,” akunya, dikutip dari formula1, Jumat (19/12/2025).

Jeda tersebut terasa semakin krusial mengingat Formula 1 akan memasuki era regulasi baru pada 2026. Transisi besar itu menuntut kesiapan mental dan fisik yang maksimal, terlebih bagi pebalap muda yang kini sudah merasakan pahit-manis perebutan gelar juara dunia.

Bagi Oscar Piastri, kegagalan musim 2025 bukan akhir dari ambisi, melainkan fondasi. Musim ini mungkin tidak memberinya trofi, tetapi telah mengajarkannya satu hal penting: untuk menjadi juara dunia, kecepatan saja tidak cukup, ketahanan mental adalah kuncinya.

(Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Spanyol
Prediksi Skor Peru vs Spanyol: La Roja Bidik Kemenangan dalam Laga Uji Coba Internasional
bank bjb Dorong Sport Tourism Lewat Kesuksesan Suroboyo 10K di Kota Surabaya
bank bjb Dukung Sport Tourism dan Gaya Hidup Sehat via Suroboyo 10K di Kota Surabaya
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Cimahi Perkuat Pengelolaan Sampah Tingkat RT
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Cimahi Perkuat Pengelolaan Sampah Tingkat RT
SPMB Kota Bandung
Pendaftaran SPMB Kota Bandung Jenjang SD dan SMP Tahap 1 2026 Dibuka
Pemprov Jabar Raih Penghargaan Pemda Terbaik Penggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
Pemprov Jabar Raih Penghargaan Pemda Terbaik Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
Berita Lainnya

1

Jembatan Cirahong, Satu-satunya Jembatan Susun di Indonesia

2

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

3

4

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025

5

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX
Headline
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri