Kemenkes Ungkap Gejala Virus Nipah, Masa Inkubasi 14 Hari dan Fatalitas Capai 75 Persen

Gejala Sakit Misterius Dialami Puluhan Warga Kabupaten Tasikmalaya
Ilustrasi-Virus (harianjogya)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan sejumlah gejala penyakit akibat virus nipah, dengan masa inkubasi atau periode sejak terpapar hingga muncul gejala berkisar antara 4 hingga 14 hari, bahkan dalam beberapa kasus dapat mencapai 45 hari.

Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes, Dr. Sumarjaya, menyampaikan hal tersebut dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Selasa (24/2/2026).

“Masa inkubasinya empat hingga 14 hari. Kemudian ada juga dilaporkan 45 hari, ini saya katakan bervariasi juga gejalanya,” kata Sumarjaya.

Ia menjelaskan, gejala virus nipah terbagi dari gejala awal ringan hingga gejala berat yang mengancam nyawa. Pada tahap awal, penderita umumnya mengalami demam, flu, sakit kepala, nyeri otot, dan sakit tenggorokan.

Namun pada fase lanjut, dapat muncul gejala serius seperti penurunan kesadaran, gangguan pernapasan berat, kejang, hingga ensefalitis (radang otak).

“Yang perlu kita pahami dan terus kita waspadai adalah gangguan pernapasan berat dan gangguan neurologis, itu yang perlu kita waspadai,” ujarnya.

Baca Juga:

Lebih Bahaya! Kemenkes Terbitkan Edaran Kewaspadaan Virus Nipah

Menurut Sumarjaya, hingga saat ini belum tersedia pengobatan spesifik maupun vaksin untuk virus nipah. Diagnosis penyakit ini dilakukan melalui pemeriksaan laboratorium menggunakan tes PCR.

Virus nipah juga dikenal memiliki tingkat kematian tinggi pada manusia, dengan fatalitas berkisar antara 40 hingga 75 persen.

Sebagai langkah pencegahan, Kemenkes mengimbau masyarakat untuk:

  • Tidak meminum air nira langsung dari pohon
  • Mencuci dan mengupas buah sebelum dikonsumsi
  • Membuang buah yang terlihat rusak atau bekas gigitan hewan
  • Memasak daging ternak hingga benar-benar matang

Hingga Februari 2026, belum ditemukan kasus penularan virus nipah pada manusia di Indonesia, meskipun virus tersebut telah lama terdeteksi pada populasi kelelawar.

Sebelumnya, kasus kematian akibat virus nipah dilaporkan terjadi di Bangladesh pada akhir Januari 2026, sehingga meningkatkan kewaspadaan global terhadap potensi penyebaran virus tersebut.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Prediksi Skor Peru vs Spanyol: La Roja Bidik Kemenangan dalam Laga Uji Coba Internasional
bank bjb Dorong Sport Tourism Lewat Kesuksesan Suroboyo 10K di Kota Surabaya
bank bjb Dukung Sport Tourism dan Gaya Hidup Sehat via Suroboyo 10K di Kota Surabaya
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Cimahi Perkuat Pengelolaan Sampah Tingkat RT
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Cimahi Perkuat Pengelolaan Sampah Tingkat RT
SPMB Kota Bandung
Pendaftaran SPMB Kota Bandung Jenjang SD dan SMP Tahap 1 2026 Dibuka
Pemprov Jabar Raih Penghargaan Pemda Terbaik Penggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
Pemprov Jabar Raih Penghargaan Pemda Terbaik Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
Berita Lainnya

1

Kucing Uya Kuya Kembali, Sang Presenter Ungkap Rasa Syukur

2

Prediksi Skor Peru vs Spanyol: La Roja Bidik Kemenangan dalam Laga Uji Coba Internasional

3

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

4

5

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung
Headline
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri