Kementan Dorong ASEAN Perkuat Strategi Ketahanan Pangan

krisis pangan
Ilustrasi produksi pangan (mui.or.id)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA,TM.ID: ASEAN Perkuat Strategi Ketahanan Pangan. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengatakan bahwa persoalan dan isu ketahanan pangan membutuhkan kolaborasi dan sinergitas yang erat terutama dalam mengoptimalkan kepentingan Asean pada sektor perdagangan, transportasi, keuangan dan sektor terkait lainnya.

Kementerian Pertanian (Kementan) selaku perwakilan ASEAN Ministers on Agriculture and Forestry (AMAF) Indonesia mendorong semua negara di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 ASEAN untuk memperkuat strategi pembangunan ketahanan pangan.

Tantangan global

Khususnya dalam merespon tantangan global mulai dari pesatnya pertumbuhan populasi, pemulihan dampak pandemi, ketegangan geopolitik hingga peningkatan intensitas perubahan iklim.

BACA JUGA : IMF, Kekuatan Ekonomi ASEAN Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Dunia 10 Persen

“Selain itu, kolaborasi dengan negara mitra ASEAN seperti China, Jepang, Korea dan Inggris juga perlu diintensifkan untuk mendorong sistem pertanian dan pangan yang berkelanjutan,” ujar Mentan SYL dalam keterangan resmi Kementan melansir infopublik, Rabu (6/9/2023).

Sejauh ini, menurut Syahrul, beberapa negara mitra dialog Asean telah menyatakan komitmennya dalam mendukung implementasi deklarasi itu.

Pemerintah Inggris melalui kantor Foreign, Commonwealth and Development Office (FCDO) di Jakarta bahkan telah menyampaikan dukungannya melalui pelaksanaan kajian atau perumusan metodologi tingkat ketahanan pangan.

“Sementara pemerintah Cina telah menyatakan komitmennya melalui Action Plan on Green Agricultural Development dan Pemerintah Jepang melalui Midori Cooperation Plan, di mana kedua project plan tersebut telah mencakup berbagai rencana kegiatan kerjasama yang menitikberatkan kepada kesesuaian dan kebutuhan teknologi dalam mewujudkan pertanian yang tangguh dan berkelanjutan,” jelasnya.

Pertemuan pemimpin ASEAN

Sebagai informasi, pertemuan para pemimpin ASEAN Leaders Declaration on Strengthening Food Security and Nutrition in Response to Crisis menjadi salah satu capaian pertemuan ASEAN Summit ke-43 yang diadakan 5 September 2023 di Jakarta Convention Center (JCC).

Deklarasi yang diusulkan oleh AMAF itu, disusun atas dasar urgensi pemangku kepentingan di negara ASEAN dalam menyusun strategi membangun ketahanan pangan di kawasan Asean.

Khususnya dalam merespon tantangan global mulai dari pesatnya pertumbuhan populasi, pemulihan dampak pandemi COVID-19, ketegangan geopolitik dan peningkatan intensitas perubahan iklim.

Berdasarkan kesepakatan itu, deklarasi tersebut menitikberatkan pada dua strategi penanganan krisis pangan yaitu, aksi cepat Asean dalam menghadapi krisis pangan dan gizi serta meningkatkan kesiapsiagaan ASEAN dalam mengantisipasi krisis pangan di masa mendatang melalui penguatan ketangguhan serta keberlanjutan (sustainability) sistem pertanian dan pangan.

Rencana aksi

AMAF sendiri telah sepakat untuk menyusun rencana aksi ASEAN Regional Guideline on Sustainable Agriculture sebagai panduan implementasi panduan pertanian berkelanjutan di masing-masing negara ASEAN.

Selain itu fasilitasi akses pembiayaan bagi petani skala kecil, pasokan pupuk yang memadai, dan investasi yang ditujukan untuk ketangguhan terhadap dampak perubahan iklim dan pertanian berkelanjutan juga akan terus ditingkatkan.

Disamping program-program untuk mengatasi food loss and waste (FLW) seperti Food Rescue, Save Food, dan Food Bank juga akan terus digalakan secara intensif.

(Usamah)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
bank bjb Dukung Sport Tourism dan Gaya Hidup Sehat via Suroboyo 10K di Kota Surabaya
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Cimahi Perkuat Pengelolaan Sampah Tingkat RT
Pendaftaran SPMB Kota Bandung Jenjang SD dan SMP Tahap 1 2026 Dibuka
Pemprov Jabar Raih Penghargaan Pemda Terbaik Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

3

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025

4

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

5

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika
Headline
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri