Kemnaker Siapkan Reward untuk Perusahaan Fasilitasi Sertifikat Peserta Magang

sertifikat magang
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli. (Kemnaker RI)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan skema apresiasi bagi perusahaan yang aktif memfasilitasi sertifikasi kompetensi peserta Magang Nasional.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memastikan program magang tidak berhenti pada pengalaman kerja semata.

Magang Harus Berujung Sertifikasi

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan pentingnya integrasi antara magang dan sertifikasi kompetensi.

“Kami ingin memastikan program magang tidak hanya memberikan pengalaman kerja, tetapi juga menghasilkan tenaga kerja yang kompeten,” ujarnya.

Sertifikasi tersebut diterbitkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai bentuk pengakuan resmi terhadap kemampuan peserta.

Perusahaan Dapat Reward dan Prioritas Program

Kemnaker menilai dunia usaha memiliki peran strategis dalam mencetak tenaga kerja siap pakai.

Perusahaan yang memfasilitasi sertifikasi akan mendapatkan:

  • Apresiasi (reward) dari pemerintah
  • Prioritas dalam program magang berikutnya
  • Akses lebih luas ke program ketenagakerjaan

Langkah ini diharapkan mendorong keterlibatan aktif sektor industri.

Standar Kompetensi Sesuai Kebutuhan Industri

Direktur Jenderal Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker, Darmawansyah, menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan menyelaraskan kompetensi peserta dengan kebutuhan industri.

“Kami sangat mengapresiasi perusahaan yang memfasilitasi sertifikasi. Ini penting agar peserta memiliki bukti kompetensi yang diakui industri,” ujarnya.

Manfaat Jangka Panjang bagi Peserta

Dengan adanya sertifikasi, peserta magang tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga memiliki nilai tambah saat memasuki dunia kerja.

Dokumen sertifikat kompetensi menjadi bukti konkret yang dapat meningkatkan peluang dalam proses rekrutmen.

Baca Juga:

Kemenkes Soroti Promosi Film Aku Harus Mati

Ledakan Pabrik Baja GWS Sidoarjo, 1 Remaja Tewas dan 2 Luka Serius

Puluhan Ribu Peserta Ikut Program

Saat ini, program Magang Nasional telah diikuti sekitar 100 ribu peserta yang tersebar di berbagai sektor.

Untuk tahap pertama, sebanyak 14.952 peserta dijadwalkan menyelesaikan program pada 19 April 2026.

Peserta yang menjalani magang selama 6 bulan akan mendapatkan sertifikat, sementara yang mengikuti lebih dari 3 bulan akan memperoleh surat keterangan.

Kemnaker berencana memperluas akses sertifikasi kompetensi melalui kerja sama dengan berbagai Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan mitra industri.

Upaya ini diharapkan menciptakan ekosistem yang saling menguatkan antara pemerintah, dunia usaha, dan tenaga kerja.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
bank bjb Dukung Sport Tourism dan Gaya Hidup Sehat via Suroboyo 10K di Kota Surabaya
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Cimahi Perkuat Pengelolaan Sampah Tingkat RT
Pendaftaran SPMB Kota Bandung Jenjang SD dan SMP Tahap 1 2026 Dibuka
Pemprov Jabar Raih Penghargaan Pemda Terbaik Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

3

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

4

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik

5

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika
Headline
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri