JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Kue Kaak memiliki posisi istimewa sebagai salah satu kuliner tradisional yang paling dikenal khas Timur Tengah. Ternyata, roti berbentuk cincin ini mejadi kudapan penting saat Ramadan di Palestina.
Meski setiap wilayah memiliki sentuhan khas masing-masing, identitas Kaak tetap sama dengan bentuknya yang unik seperti gelang dan taburan biji wijen yang melimpah di permukaannya.
Bukan Kue Biasa
Kue Kaak dibuat dari bahan-bahan yang relatif sederhana, seperti tepung terigu, minyak zaitun, dan rempah-rempah aromatik yang memberikan karakter rasa khas Timur Tengah.
Yang membuatnya semakin istimewa adalah isiannya. Umumnya, Kaak diisi dengan pasta kurma yang dihaluskan dan dicampur mentega, menghasilkan rasa manis yang lembut sekaligus legit di setiap gigitan.
Sekilas, Kaak terlihat seperti roti pada umumnya. Namun saat digigit, sensasinya berbeda. Bagian luar terasa renyah dengan aroma wijen yang khas, sementara bagian dalamnya tetap lembut dan empuk.
Kombinasi tekstur ini membuat Kaak tak hanya mengenyangkan, tetapi juga cocok sebagai camilan santai maupun hidangan spesial.
Simbol Tradisi dan Kehangatan Lebaran
Bagi masyarakat Palestina, Kaak bukan sekadar makanan. Roti ini memiliki makna budaya yang kuat, terutama saat momen keagamaan.
Kaak kerap hadir sebagai penanda berakhirnya bulan Ramadan dan menjadi hidangan wajib saat perayaan Idul Fitri. Kehadirannya di meja makan melambangkan kebersamaan, tradisi, dan kehangatan keluarga.
Baca Juga:
Efek Viral di TikTok, Cilok Jadul di Kavaleri Parongpong Diserbu Pembeli Saat Ngabuburit
Israel Kuasai 50 Persen Kurma Medjool Dunia, Ini Daftar Merek Asli Palestina
Di balik rasa manis dan aromanya yang menggoda, Kaak menyimpan cerita panjang tentang tradisi, identitas, dan warisan kuliner Timur Tengah.
Tak heran jika hingga kini, roti cincin ini tetap bertahan dan bahkan semakin dikenal di berbagai belahan dunia sebagai salah satu ikon kuliner khas kawasan tersebut.
(Dist)