BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) yang baru dilantik, Muhammad Qodari menyatakan pihaknya akan mengkaji skema impor bahan bakar minyak (BBM) satu pintu melalui PT Pertamina (Persero).
Qodari menungkap bahwa kebijakan impor BBM satu pintu ini menajdi sorotan masyarakat disaat sejumlah SPBU swasta mengalami kekosongan BBM. Untuk itu, Qodari menilai kajian kebijakan impor BBM ini perlu dilakukan.
“Kita mau kaji, yang mudah-mudahan nanti kajian-kajian dari KSP ini bisa menjadi masukan, bila perlu pembanding,” kata Qodari di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (18/9/2025) seperti dilansir dari Antara.
Rencana untuk melakukan impor BBM merupakan usulan Kementerian ESDM sebagai respons terhadap kekosongan stok BBM di SPBU swasta sejak Agustus lalu. Ia mngungkap, hasil kajian KSP bisa menjadi pertimbangan bagi pemerintah sebelum menerapkan kebijakan impor BBM satu pintu.
Baca Juga:
BBM Shell Kosong, Bahlil Sarankan Beli Stok ke Pertamina
Penuhi Stok Shell dan BP, Pemerintah Bakal Impor BBM 1,4 Juta KL dari AS
Qodari menilai setiap kebijakan lahir dari niat baik, namun sering kali muncul implikasi yang tidak diinginkan. Terlebih lagi, isu impor BBM berkaitan dengan masalah sosial yang kompleks dan melibatkan banyak pihak.
Dengan kajian ini, dirinya berharap kebijakan yang dijalankan tidak menimbulkan pro dan kontra, kontroversi, ataupun kerugian di kemudian hari.
“Nah mudah-mudahan kita akan membangun suatu mekanisme di mana blind spot-blind spot itu bisa di identifikasi dari awal gitu, sehingga tidak menjadi pro kontra, kontroversi atau kerugian di kemudian hari mudah-mudahan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kelangkaan BBM terjadi sejak Agustus 2025 di sejumlah SPBU swasta, termasuk milik Shell dan BP. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tidak memberikan izin impor, menyatakan bahwa pengelola SPBU swasta telah mendapatkan kuota impor BBM tambahan.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menyarankan kepada pengelola SPBU swasta untuk membeli BBM ke Pertamina. Kementerian kemudian membuka opsi bagi Pertamina untuk melakukan impor BBM untuk mengisi kekosongan stok di SPBU Swasta tersebut.
SPBU swasta diminta untuk mengumpulkan data volume yang dibutuhkan dan spesifikasi BBM masing-masing kepada Kementerian ESDM untuk diolah sebelum diberikan kepada Pertamina.
(Raidi/Aak)











