JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Ketua MPR, Ahmad Muzani meminta kepolisian untuk mengusut tuntas penyebab ambruknya bangunan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur.
Hal itu ia sampaikan usai melakukan kunjungan ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada Selasa (7/10/2025).
Muzani menyampaikan keprihatinannya atas insiden tersebut. Ia juga menekankan pentingnya penyelidikan yang transparan serta menyeluruh agar penyebab utama kejadian dapat diketahui dengan jelas.
Ia menilai, ambruknya bangunan di lingkungan pendidikan tidak semestinya dianggap semata sebagai musibah.
Baca Juga:
Proses Hukum Kasus Tragedi Al Khoziny Berjalan, Saksi Mulai Diperiksa
Bahkan, Muzani menegaskan setiap pihak yang terlibat dalam pembangunan fasilitas publik, termasuk pesantren, harus bertanggung jawab terhadap standar mutu dan keselamatan struktur bangunan.
Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur mulai memanggil saksi terkait penyelidikan kasus ambruknya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.
Langkah ini menjadi awal proses hukum setelah tahap identifikasi korban dinyatakan tuntas oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim.
“Perlu saya tegaskan kembali bahwa Polda Jawa Timur sejauh ini telah menyampaikan pernyataan dari Bapak Kapolda sendiri, bahwa proses hukum akan kami lakukan,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Jules Abraham Abast, Rabu (8/10/2025).
Menurut Jules, penyelidikan tengah berlangsung dan akan ditingkatkan ke tahap penyidikan setelah seluruh data dan keterangan saksi terkumpul.
(Dist)











