JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Legenda UFC, Khabib Nurmagomedov, kembali mengenang momen ketika dirinya masih menjadi petarung sangar di oktagon. Meski pensiun tanpa terkalahkan, Khabib mengaku bahwa petarung asal Amerika Serikat, Justin Gaethje, merupakan lawan paling kuat yang pernah ia hadapi sepanjang karier profesionalnya di UFC.
Khabib, yang dikenal dengan julukan “The Eagle”, menutup kariernya dengan catatan sempurna 29 kemenangan tanpa sekalipun kalah, sebelum resmi gantung sarung tangan pada 2020.
Dalam laga terakhirnya, ia sukses mempertahankan gelar juara dunia kelas ringan (lightweight) dengan menundukkan Gaethje lewat submission di ronde kedua.
Duel Puncak antara Dua Pegulat Tangguh
Pertarungan antara Khabib Nurmagomedov dan Justin Gaethje menjadi salah satu laga paling dinanti pada tahun 2020. Gaethje datang sebagai juara interim lightweight UFC, setelah sebelumnya menaklukkan Tony Ferguson dalam penampilan spektakulernya di UFC 249.
Saat itu, banyak pengamat menilai Gaethje akan menjadi rintangan terberat bagi Khabib, mengingat keduanya sama-sama memiliki latar belakang wrestling (gulat) yang solid. Namun, Khabib lagi-lagi menunjukkan dominasinya. Ia berhasil menjatuhkan dan menekan Gaethje di tanah sebelum mengakhiri pertarungan dengan triangle choke pada ronde kedua.
Walau menang dominan, Khabib memberikan pengakuan mengejutkan tentang kekuatan lawannya itu. Dalam wawancaranya bersama Mike Tyson di podcast Hotboxin’, Khabib menyebut Gaethje sebagai petarung dengan pukulan paling keras yang pernah ia rasakan.
“Dia memukul seperti truk. Tidak ada yang pernah memukul saya sekeras Justin Gaethje tendangannya, pukulannya, hook kanan dan kirinya, bahkan uppercut-nya,” kata Khabib.
Gaethje: “Saya Memukul Keras, Tapi Tetap Kalah”
Mendengar pernyataan itu, Justin Gaethje mengaku terkejut sekaligus tersenyum pahit. Petarung berjulukan “The Highlight” itu memang dikenal memiliki daya pukul luar biasa di kelas ringan UFC, dengan banyak kemenangan melalui knockout (KO) spektakuler.
Dalam sebuah video yang diunggah ke media sosialnya, Gaethje menanggapi pengakuan Khabib dengan nada santai namun realistis.
“Saya memang memukulnya keras, sangat keras. Tapi meski dia bilang saya lawan paling kuat, itu tidak membuat saya merasa lebih baik karena saya tetap kalah,” ujar Gaethje,
“Saya sempat menendangnya, memukulnya dengan tangan kanan yang bagus, tapi dia tetap menang. Jadi ya… keren sih, tapi hasilnya tetap sama,” lanjutnya.
Baca Juga:
Khamzat Chimaev Disebut Bisa Siksa Alex Pereira Usai Kemenangan di UFC 320
Tubuh Makin Kekar, Islam Makhachev Siap Naik Kelas Tantang Jack Della Maddalena di Welter UFC 322
Khabib, Sang Elang yang Tak Terkalahkan
Sejak debutnya di UFC pada 2012, Khabib dikenal sebagai petarung dengan gaya dominasi grappling yang hampir mustahil ditandingi. Ia mengandalkan teknik kuncian dan tekanan terus-menerus yang membuat lawannya kelelahan.
Satu-satunya pertarungan yang kerap disebut “kontroversial” adalah saat melawan Gleison Tibau pada 2012, di mana sebagian pengamat, termasuk Joe Rogan, menilai Khabib kalah tipis. Namun secara resmi, Khabib tetap menang angka.
Keputusan pensiunnya pada 2020 diambil tak lama setelah sang ayah sekaligus pelatih, Abdulmanap Nurmagomedov, meninggal dunia. Sejak saat itu, Khabib memilih fokus menjadi pelatih bagi para petarung muda, termasuk sahabat dekatnya, Islam Makhachev, yang kini menjadi juara dunia lightweight UFC.
Gaethje dan Masa Depan Kariernya di UFC
Sementara itu, masa depan Justin Gaethje di UFC masih belum pasti. Pada awal tahun ini, petarung berusia 36 tahun tersebut sempat melontarkan ultimatum kepada UFC, bahwa ia akan pensiun jika tidak mendapat kesempatan bertarung untuk sabuk juara berikutnya.
Pernyataan itu membuat Presiden UFC Dana White bereaksi keras dan menyarankan Gaethje untuk benar-benar pensiun jika sudah tak memiliki motivasi. Meski begitu, belum ada kejelasan mengenai siapa yang akan menjadi penantang selanjutnya di divisi lightweight.
Dana White baru-baru ini menyinggung bahwa Ilia Topuria kemungkinan akan mempertahankan gelarnya pada event perdana UFC yang disiarkan di Paramount. Namun, siapa lawan yang akan dihadapi Topuria masih menjadi tanda tanya — antara Justin Gaethje atau Paddy Pimblett, yang punya rivalitas panjang dengan petarung Spanyol tersebut.
(Dist)











