BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Baru saja merebut kembali sabuk juara kelas berat ringan dengan kemenangan brutal dalam 80 detik, Alex Pereira langsung menjadi target baru di jagat UFC. Sosok yang datang menantang bukanlah petarung sembarangan, dia adalah Khamzat Chimaev, si “Serigala” yang dikenal tak pernah gentar melawan siapa pun.
Pereira tampil luar biasa pada UFC 320 di T-Mobile Arena, Las Vegas, Minggu (5/10/2025) pagi WIB. Dalam duel ulang melawan Magomed Ankalaev, petarung asal Brasil itu menyudahi perlawanan lawannya lewat TKO kilat, hanya dalam waktu 80 detik. Pukulan dan sikutan mematikan Poatan membuat penonton berdiri, sekaligus menandai kebangkitannya setelah kekalahan di pertemuan pertama.
Namun, kemenangan itu belum genap sehari dirayakan ketika Khamzat Chimaev muncul lewat media sosial dan langsung memicu badai baru di dunia MMA.
“Selamat untukmu, Alex. Sekarang kita harus menyelesaikan masalah yang belum beres itu,” tulis Chimaev di akun X miliknya, dikutip Selasa (7/10/2025).
Tak berhenti di situ, Chimaev kemudian menegaskan niatnya untuk naik ke kelas berat ringan, bahkan ke kelas berat jika perlu, demi satu tujuan, menantang Pereira secara langsung.
“Saya siap untuk melawanmu di kelas berat. Tidak ada pertarungan yang lebih besar dari melawan saya.Ini bukan Chama, tapi Smash Everybody!” tulisnya lagi.
Tantangan Lintas Kelas
Tantangan Chimaev membuat banyak pengamat terbelalak. Pasalnya, perbedaan bobot antara dirinya dan Pereira mencapai hampir 10 kilogram. Chimaev terakhir kali bertarung di kelas menengah (183 lbs), sementara Pereira kini berkuasa di kelas berat ringan (205 lbs).
Meski secara fisik Chimaev akan menghadapi tantangan besar, keberaniannya mengajukan tantangan justru mempertegas reputasinya sebagai petarung tanpa rasa takut, sosok yang lebih peduli pada pertarungan besar daripada sekadar keamanan karier.
“Dia tidak takut siapa pun. Bagi Chimaev, nama besar adalah bahan bakar. Tantangan kepada Pereira ini menunjukkan ambisinya menjadi legenda sejati, bukan hanya juara di satu divisi,” ujar salah satu komentator UFC.
Baca Juga:
Khamzat Chimaev Menang Cepat atas Robert Whittaker di UFC 308
Di sisi lain, Alex Pereira kini berada di puncak karier. Dengan sabuk kelas berat ringan kembali di genggaman, petarung asal Brasil itu sempat mengisyaratkan niat naik ke kelas berat untuk menantang Jon Jones. Namun, ia memilih menahan diri setelah mendengar kabar duka yang menimpa keluarga Jones.
“Saya ingin meminta duel melawan Jon Jones di White House. Tapi dengan apa yang sedang dia alami, saya pikir saya harus menunggu. Saya tidak butuh sabuk tambahan. Semua orang tahu seberapa sering saya bertarung,” kata Pereira melansir MMA Junkie.
Dengan gaya agresif dan aura mistisnya, Pereira menjadi magnet baru di UFC. Namun, Khamzat Chimaev dengan karisma liar dan slogan Smash Everybody tampaknya melihat peluang emas, menghadapi Poatan berarti mengukir sejarah.
Jika UFC berhasil merealisasikan duel ini, dunia tarung bebas akan menyaksikan pertemuan dua energi yang bertolak belakang, Poatan sang pemburu tenang melawan Chimaev si serigala yang haus darah.
Pertarungan semacam ini bukan sekadar soal sabuk, tapi soal ego, reputasi, dan siapa yang benar-benar layak disebut predator puncak di UFC.
(Budis)











