BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — King Aloy, nama yang belakangan ini merajai dunia maya dan panggung hiburan Indonesia, muncul dalam episode podcast Bocah-Bocah Kosong Di channel youtube WKWK Project yang sukses mencuri perhatian warganet. Dalam perbincangan, Aloy mengungkap perjalanan hidupnya yang penuh lika-liku, termasuk masa kecil, konflik keluarga, dan transformasi kariernya yang luar biasa.
Aloy, yang kini dikenal sebagai DJ, conten Creator, dan entertainer viral, membuka cerita tentang masa lalunya yang tak selalu mudah. Ia mengaku berasal dari keluarga yang “broken home”, bahkan memiliki tiga figur ayah yang berbeda.
“Bapak gue tuh tiga, tapi ibu gue satu,” ungkap Aloy sambil tertawa getir.
“Gue lebih suka mama gue. Kalau ditanya, gue enggak ada yang favorit dari bapak-bapak itu.” katanya.
Salah satu momen menyedihkan yang dibagikan adalah ketika salah satu ayah tirinya sempat mengatakan kepada adik Aloy bahwa Aloy bukan anak kandung. Namun, bukan King Aloy namanya kalau tidak mengubah luka menjadi bahan bakar semangat. Ia menyatakan tekadnya untuk membangun keluarga yang jauh dari pola asuh yang ia alami.
Baca Juga:
Google Doodle Tampilkan Kopi Gula Aren Hari Ini, Ada Apa?
Festival Kopi di Indonesia: Sensasi Surga Bagi Pecinta Kopi Indonesia
“Gue enggak mau membangun keluarga kayak keluarga gue sekarang,” katanya.
Transformasi karier Aloy sendiri tak kalah menarik. Ia pernah bekerja sebagai sales, Office Boy di bandara, bahkan barista.
“Gue dulu barista di tempat kopi, bikin konten joget-joget iseng bareng temen,” ceritanya.
Dari sana, ia direkrut menjadi konten kreator di sebuah klub malam, dan akhirnya menjadi brand ambassador dengan bayaran yang kala itu masih setara barista.
Kini, dengan jadwal padat bisa tampil 20 hingga 30 kali sebulan. Aloy menjelma menjadi figur publik yang dicintai dan dikritik dalam waktu bersamaan. Ketika ditanya soal perasaannya terkait status sebagai “King”, ia sempat bercanda, “Enggak ada yang namain gue King Aloy, itu netizen yang kasih nama.” Bahkan akun Instagram nya pun tetap menggunakan nama tersebut, membuat julukan itu semakin melekat.
Di balik gaya fashion eksentrik dan sikap kocak, Aloy ternyata menyimpan keinginan yang sederhana namun mendalam, ingin menyenangkan orang. Ketika ditanya soal tujuan hidup, ia menjawab,
“Menyenangkan orang. Gak tahu kenapa, gue dapet energi positif kalau lihat orang senang.” ungkapnya.
Ia juga tak menyangkal bahwa menyenangkan orang bisa jadi menyakitkan.
“Pernah nyenengin orang yang salah. Udah gue bantu, malah disakitin. Tapi ya udah, gue cabut. Enggak dendam,” katanya.
Menariknya, Aloy juga menyampaikan harapan untuk menjalani bisnis sendiri di masa depan, khususnya di bidang fashion. Ia mengaku sering belanja di thrift shop dan bazar, serta mengambil inspirasi dari Pinterest dan Instagram.
Meski tak sedikit orang menganggapnya aneh atau terlalu tampil beda, Aloy tetap teguh pada jati dirinya. “Gue enggak pengin ngalahin siapa-siapa. Gue cuma pengin jalanin hidup yang bisa gue banggakan,” ujar Aloy.
Penulis:
Muhammad Amni Fii Imani
Jurusan : Ilmu Komunikasi
Universitas Informatika Dan Bisnis Indonesia (UNIBI)











