BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat resmi menetapkan status darurat bencana menyusul peristiwa longsor yang menimbulkan korban dalam jumlah besar. Keputusan tersebut diambil untuk mempercepat proses pencarian korban, penanganan pengungsi, serta penyaluran bantuan bagi warga terdampak.
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail mengatakan penetapan status darurat diberlakukan mulai Sabtu (24/1/2026), melihat dampak longsor yang cukup luas dan serius.
“Saya tetapkan per hari ini darurat bencana, karena korban cukup banyak,” ujar Jeje kepada wartawan, Sabtu (24/1/2026).
Dengan status tersebut, pemerintah daerah dapat memaksimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki, termasuk koordinasi lintas instansi, guna mempercepat penanganan di lapangan. Jeje juga menegaskan pentingnya penguatan mitigasi bencana, mengingat wilayah Bandung Barat merupakan daerah rawan longsor.
“Kami akan melakukan koordinasi secara masif, terutama di wilayah rawan seperti perbukitan dan daerah dengan kontur tanah miring,” katanya.
Baca Juga:
Hujan Deras Picu Longsor di Lembang, 2 Warga Tewas Tertimbun
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencatat dampak longsor telah dirasakan oleh 113 warga hingga Sabtu siang. Dari jumlah tersebut, sebagian besar masih dalam proses pencarian.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman menyampaikan, sebanyak 23 warga berhasil selamat dan telah dievakuasi ke tenda-tenda darurat yang disiapkan pemerintah.
“Dari 113 warga terdampak, 23 orang selamat dan sudah diamankan. Delapan orang ditemukan meninggal dunia, sementara 82 orang lainnya masih dalam pencarian,” ujar Herman di lokasi kejadian.
Ia menambahkan, proses pencarian dan evakuasi korban dikoordinasikan langsung oleh Bupati Bandung Barat dengan melibatkan TNI, Polri, BPBD, Basarnas, serta unsur relawan. Penanganan korban selamat menjadi prioritas utama, sembari menunggu kondisi cuaca dan medan yang lebih aman untuk melanjutkan operasi pencarian.











