BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Polda Mtro Jaya menjelaskan kronologi penemuan benda yang diduga mortir di area Danau Komplek TNI AL, Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Kota Depok, pada Jumat (31/10/2025), yang menghebohkan warga.
Penjelasan terkait kronologi kejadian ini untuk memastikan kebenaran dan asal-usul benda mencurigakan tersebut.
“Awal kejadian pada Jumat (31/10) sekira pukul 13.30 WIB, seorang warga berinisial GK (48) dan P (50) yang bekerja sebagai satpam Komplek TNI AL, melaporkan kepada Satbinmas Polsek Cinere bahwa mereka menemukan benda menyerupai mortir saat menggali tanah untuk pondasi rumah,” kata Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak dalam keterangannya di Jakarta, mengutip Antara, Minggu (2/11/2025).
Menanggapi laporan itu, Satbinmas segera berkoordinasi dengan piket SPKT Polsek Cinere dan meneruskan informasi tersebut kepada piket Pamapta Polres Metro Depok untuk tindak lanjut.
Setibanya di lokasi, petugas langsung memasang garis pengamanan dan melakukan identifikasi awal terhadap benda yang diduga mortir tersebut.
“Dari hasil pemeriksaan sementara, benda tersebut diduga sebuah mortir, dalam kondisi berkarat namun masih utuh,” katanya.
Benda tersebut sudah diamankan unit Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Sat Brimob Polda Metro Jaya untuk dievakuasi.
“Penanganan benda yang diduga mortir jenis kaliber 81 mm, telah dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Kasus penemuan benda diduga mortir di Depok kini ditangani Polsek Cinere untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Peristiwa serupa sebelumnya juga terjadi di Kabupaten Bekasi pada Mei lalu. Saat itu, sebuah benda mirip mortir ditemukan oleh petugas proyek galian drainase di Kampung Setiadarma RT 004/RW 002, Dusun 1, Desa Setiadarma, Kecamatan Tambun Selatan, pada Senin (12/5/2025).
Baca Juga:
Heboh! Warga Curug Wetan Tangerang Temukan Granat dan Mortir Aktif di Saluran Irigasi
Sebuah Mortir Ditemukan di Sleman, Diduga Peninggalan Kolonial
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, menjelaskan penemuan tersebut bermula saat pekerja menggali saluran drainase menggunakan alat berat ekskavator.
“Saat digali dengan kedalaman 85 sentimeter (cm), ditemukan benda seperti mortir dengan berat kurang lebih 25 kilogram, ” kata Ade Ary dalam keterangannya.
(Vini Virdiyanti/Aak)











