MALUKU, TEROPONGMEDIA.ID – Insiden penusukan yang menewaskan Ketua DPC Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, berlangsung cepat dan brutal di Bandara Karel Sadsuitubun pada Minggu (19/4).
Peristiwa bermula sekitar pukul 10.45 WIT saat korban tiba dari Ambon menggunakan penerbangan Lion Air JT880. Setibanya di bandara, Nus Kei dijemput keluarga dan sempat berbincang di area depan pintu keluar.
Namun hanya beberapa menit kemudian, seorang pria tak dikenal yang mengenakan masker dan jaket merah tiba-tiba mendekat. Tanpa peringatan, pelaku langsung menyerang dengan senjata tajam.
Korban yang terluka parah masih berusaha menyelamatkan diri dengan berjalan menuju area dalam bandara. Namun, akibat pendarahan hebat, ia akhirnya terjatuh.
Petugas bandara segera memberikan pertolongan pertama, sementara keluarga sempat mencoba mengejar pelaku. Namun, pelaku berhasil melarikan diri setelah melakukan perlawanan.
Sekitar pukul 11.10 WIT, korban dilarikan ke rumah sakit. Sayangnya, kondisi terus memburuk hingga akhirnya Nus Kei dinyatakan meninggal dunia pada pukul 11.44 WIT.
Hasil pemeriksaan menunjukkan korban mengalami empat luka tusuk di bagian vital, yakni dada kanan dan kiri, leher sisi kiri, serta punggung.
Tak lama setelah kejadian, polisi yang dipimpin Rian Suhendi bergerak cepat dan berhasil menangkap dua terduga pelaku berinisial HR dan FU dalam waktu sekitar dua jam. Salah satu pelaku diketahui berlatar belakang atlet tarung bebas (MMA).
Baca Juga:
Warga DM Kapolres Cimahi, Pelaku Penganiayaan Diciduk
Menanggapi peristiwa tersebut, Ketua DPD I Partai Golkar Maluku, Umar A. Lessy, menyampaikan duka sekaligus kecaman keras.
“Kami meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini. Ini bukan hanya duka bagi keluarga, tetapi juga menjadi perhatian serius karena berpotensi mengganggu stabilitas sosial,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa tindakan kekerasan tersebut merupakan pelanggaran hukum yang tidak bisa ditoleransi.
“Kami mengutuk keras penikaman ini. Tindakan seperti ini tidak boleh terjadi dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara,” tambahnya.
Diketahui, sebelum kejadian, Nus Kei baru kembali dari Jakarta usai bertemu Ketua Umum Golkar untuk membahas agenda Musyawarah Daerah (Musda). Kepulangannya ke Maluku Tenggara juga terkait rencana maju kembali sebagai calon Ketua DPC setempat.
Kini, selain mengungkap motif, kepolisian juga mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam aksi penusukan yang menewaskan tokoh politik daerah tersebut.









