JAWA TENGAH, TEROPONGMEDIA.ID – Kecelakaan maut yang melibatkan Kereta Api (KA) Pandalungan relasi Surabaya Pasar Turi–Gambir terjadi di perlintasan manual Desa Medani, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Selasa (24/2) malam.
Peristiwa bermula saat KA Pandalungan melintas di jalur hilir antara Stasiun Gubug dan Stasiun Tegowanu, bergerak dari arah timur menuju barat.
Ketika kereta mendekati perlintasan sebidang, petugas perlintasan manual bersiap menutup portal sisi selatan sebagai prosedur pengamanan karena KA akan melintas.
Kapolsek Tegowanu AKP Setyo Budi Waluyo menjelaskan, pada saat bersamaan sebuah mobil Daihatsu Sigra warna silver metalik bernomor polisi AB 1266 NH melaju dari arah utara menuju selatan.
“Petugas perlintasan hendak menutup portal sisi selatan karena kereta api melintas dari arah timur ke barat. Namun kendaraan tetap melaju dan melintasi perlintasan manual,” ujar Setyo, dikutip dari Antara (25/2/2026).
Mobil tersebut tidak berhenti dan tetap masuk ke area perlintasan. Dalam hitungan detik, tabrakan dengan KA Pandalungan pun tak terhindarkan.
Benturan keras membuat mobil terpental dan terseret sekitar 50 meter dari titik tabrakan. Kendaraan mengalami kerusakan berat dengan taksiran kerugian materiil sekitar Rp100 juta.
“Kendaraan tersebut terpental dan terseret sekitar 50 meter dari titik tabrak,” kata Setyo.
Akibat kecelakaan tersebut, tiga orang di dalam mobil dinyatakan meninggal dunia, yakni EP (41) selaku pengemudi, serta dua penumpang HPS (34) dan MR (41). Ketiganya merupakan warga Kabupaten Jepara.
Baca Juga:
Ini Penyebab Tabrakan Beruntun 5 Kendaraan di Tol Cileunyi
Setelah kejadian, KA Pandalungan melakukan berhenti luar biasa di lokasi untuk pemeriksaan sarana perkeretaapian.
Manager Humas Daop 4 Semarang PT Kereta Api Indonesia (KAI) Luqman Arif mengatakan, hasil pemeriksaan menemukan adanya kerusakan pada lokomotif.
“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh awak sarana perkeretaapian (ASP), lokomotif mengalami kerusakan pada lampu kabut yang pecah,” ujar Luqman.
Kereta kemudian diberangkatkan kembali pada Selasa pukul 23.21 WIB. Demi menjamin keselamatan perjalanan, dilakukan penggantian lokomotif di Stasiun Semarang Tawang.
“Untuk menjamin keselamatan perjalanan, dilakukan penggantian lokomotif di Stasiun Semarang Tawang,” katanya.
Akibat proses tersebut, perjalanan KA Pandalungan mengalami keterlambatan sekitar 58 menit dari jadwal.
“Kami memohon maaf kepada para pelanggan yang terdampak atas kejadian ini,” ucap Luqman.
Ia juga menegaskan bahwa KAI akan terus meningkatkan sosialisasi keselamatan kepada masyarakat, khususnya terkait perlintasan sebidang.
“KAI akan terus meningkatkan sosialisasi dan imbauan keselamatan kepada masyarakat guna menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang,” tegasnya.
Sementara itu, pihak kepolisian menyatakan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan tersebut, termasuk pendalaman unsur kelalaian dan kepatuhan prosedur keselamatan di perlintasan manual.











