MALUKU, TEROPONGMEDIA.ID – Warga Muslim di Negeri Hila, Maluku Tengah merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah lebih awal pada Kamis (19/3), dengan menggelar Shalat Id di Masjid Hasan Soleman sejak pagi hari.
Ribuan jamaah memadati masjid, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Ibadah berlangsung khidmat dan dimulai sekitar pukul 08.13 WIT, dipimpin langsung oleh Imam masjid, Abdul Kadir Ollong, sementara khutbah disampaikan oleh Yusuf Lating.
Gunakan Perhitungan Turun-Temurun
Perayaan Lebaran di Negeri Hila tahun ini berlangsung lebih cepat dibandingkan penetapan pemerintah. Hal ini karena warga menggunakan metode penanggalan sendiri yang telah diwariskan secara turun-temurun.
“Untuk penetapan 1 Ramadhan, kita mulai menghitung dari 1 Muharram 1447 Hijriah. Dan semua itu seirama sampai dengan 1 Syawal hari ini,” ujar Abdul Kadir Ollong.
Diketahui, masyarakat setempat telah memulai puasa Ramadhan dua hari lebih awal, sehingga perayaan Idul Fitri juga jatuh lebih cepat.
Baca Juga:
Muhammadiyah Pamekasan Laksanakan Shalat Id di 17 Titik
Pesan Moral dalam Khutbah Id
Dalam khutbahnya, Yusuf Lating mengingatkan pentingnya meningkatkan ketakwaan di tengah kondisi sosial yang dinilai mulai mengalami penurunan nilai moral.
“Krisis kita hari ini adalah krisis tidak takut kepada Allah SWT. Kita masih bertindak tanpa memikirkan dampaknya. Hal-hal negatif dianggap biasa. Mari kita ubah sikap ini dengan menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang banyak,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga silaturahmi antar sesama sebagai bagian dari ajaran Islam.
“Memutus silaturahim tempatnya neraka. Hubungan yang baik akan menghapus dosa-dosa,” tambahnya.
Tradisi dan Kebersamaan Warga
Usai Shalat Id, warga melanjutkan tradisi saling bersalam-salaman sebagai simbol saling memaafkan. Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di seluruh wilayah, dengan masyarakat saling berkunjung ke rumah keluarga dan kerabat.
Pelaksanaan Lebaran di Negeri Hila berlangsung aman dan penuh rasa syukur, menandai berakhirnya Ramadhan yang dijalani selama 30 hari.
Selain Negeri Hila, sejumlah wilayah lain di Kecamatan Leihitu juga merayakan Idul Fitri lebih awal, di antaranya Negeri Wakal, Negeri Lima, dan Seith.










