BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Lewis Hamilton menutup musim Formula 1 2025 dengan catatan kelam, untuk pertama kalinya sepanjang kariernya, sang juara dunia tujuh kali gagal naik podium satu kali pun. Musim debutnya bersama Ferrari yang semula dianggap sebagai transfer besar-besaran, justru menjadi tantangan terbesar dalam perjalanan kariernya.
Hamilton melihat kegagalan ini sebagai momentum refleksi. Pebalap berusia 40 tahun tersebut menegaskan bahwa jeda musim dingin akan dimanfaatkan sepenuhnya untuk meninjau performa tim, mengevaluasi dirinya sendiri, dan merancang strategi matang untuk menghadapi era regulasi baru pada musim 2026.
“Kami harus menelaah semuanya secara mendalam apa yang sudah berjalan baik, dan bagian mana yang perlu ditingkatkan,” ujar Hamilton, melansir formula, Sabtu (20/12/2025).
Ia menambahkan bahwa fokus utamanya bukan hanya pada aspek teknis, tetapi juga pada pengelolaan waktu, perjalanan, dan ritme pribadinya di luar lintasan agar lebih efisien.
Baca Juga:
Koleksi 103 Kemenangan, Lewis Hamilton Ukir Sejarah Baru Formula 1
Ferrari, yang tengah mencari formula untuk kembali bersaing dengan Red Bull dan McLaren, diyakini akan mendapat manfaat dari pengalaman Hamilton dalam membaca kelemahan tim serta memaksimalkan potensi unit tenaga dan aerodinamika. Kolaborasi intens antara Hamilton dan para insinyur menjadi kunci untuk mengembalikan performa Scuderia ke level juara.
Meski musim 2025 penuh kekecewaan, mental juara Hamilton tetap utuh. Ia yakin kombinasi evaluasi teknis, adaptasi personal, dan kerja sama yang lebih solid dengan Ferrari akan menjadi fondasi untuk bangkit. Musim 2026 bukan hanya tentang lomba di lintasan, tetapi juga tentang membuktikan bahwa kerja sama Ferrari-Hamilton masih menyimpan potensi besar untuk kembali menaklukkan Formula 1.
(Budis)








