BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendukung penuh tugas kepolisian dalam pengamanan dan kelancaran arus mudik pada libur Idulfitri 1447 H.
Ditemui usai buka puasa bersama Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan elemen masyarakat di halaman Mapolda Jabar, Dedi mengatakan, Pemda Provinsi Jabar tidak akan membebani kepolisian dalam pengamanan arus mudik.
Pihaknya justru akan membantu kelancaran arus mudik dengan cara memberikan kompensasi kepada pengemudi angkutan kota, becak, dan andong di jalur mudik agar tidak beroperasi sementara.
“Pemprov Jabar tidak akan membebani Polri terlalu berat saya sudah lapor ke Pak Kapolda seluruh jalur mudik yang ada angkot, becak, andong dan berbagai hal lainnya akan diliburkan menjelang dan setelah idul fitri,” ujar Dedi.
KDM sapaan akrabnya melanjutkan, mereka yang berhenti beroperasi selama satu pekan akan diberikan uang saku.
Baca Juga:
Konflik Iran vs AS-Israel, KDM Sediakan Hotline Bagi Warga Jabar di Timur Tengah
Korban Banjir Pamarican Ciamis Dapat Bantuan Rp5 Juta dari KDM
Dengan begitu, arus mudik di wilayah Jabar tidak ada penyumbatan sehingga masyarakat yang akan menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur bisa melewati Jabar dengan nyaman.
Sementara itu, puncak arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan akan terjadi dalam dua periode berbeda pada pertengahan Maret.
Prediksi puncak arus mudik pertama kemungkinan terjadi pada 14 hingga 15 Maret. Setelah fase pertama tersebut, pemerintah akan memberlakukan kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada 16–17 Maret.
Kebijakan ini diperkirakan memicu lonjakan arus mudik gelombang kedua yang diproyeksikan terjadi pada 18–19 Maret.
Untuk arus balik, diprediksi dua gelombang kepadatan. Gelombang pertama diperkirakan terjadi pada 24–25 Maret, sedangkan gelombang kedua pada 28–29 Maret.











