BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Lagu Terbuang Dalam Waktu yang dinyanyikan oleh Barasuara menjadi salah satu soundtrack utama dalam film Sore: Istri dari Masa Depan yang tayang tahun 2025. Lagu ini mencuri perhatian banyak penonton karena liriknya yang puitis dan emosional, terutama bagian “Melihatmu bersemi dan bermekaran, tawa candamu berikan kekuatan,” yang kini ramai digunakan sebagai backsound di TikTok dan Instagram.
Film Sore: Istri dari Masa Depan sendiri mengisahkan tentang perjuangan cinta dan waktu, dan lagu Terbuang Dalam Waktu berhasil memperkuat suasana haru dalam alur cerita. Bukan hanya sekadar lagu latar, karya Barasuara ini dianggap sebagai penghubung antara visual dan emosi, yang memperdalam makna cinta dan kehilangan dalam film tersebut.
Menariknya, lagu ini juga memiliki kisah produksi yang tak kalah istimewa. Berdasarkan unggahan YouTube Barasuara, lagu Terbuang Dalam Waktu dirilis pada 8 Agustus 2023 dan ditulis oleh dua vokalis utama band tersebut, Asteriska dan Iga Massardi. Komposisinya digarap oleh gitaris Gerald Situmorang, dengan aransemen megah yang melibatkan orkestra dari Czech Symphony Orchestra di bawah konduktor Michaela Růžičková, serta sentuhan maestro musik Erwin Gutawa.
Tak hanya itu, bagian vokal juga diproduksi oleh Barasuara bersama Mohammed Kamga, sementara penataan vokalnya dipercayakan kepada Puti Chitara. Perpaduan tersebut menghasilkan lagu yang tak hanya indah secara musikal, tetapi juga menyampaikan pesan mendalam tentang cinta yang abadi, meski waktu terus berjalan.
Sutradara Sore: Istri dari Masa Depan, Yandy Laurens, menyebut bahwa lagu ini tidak hanya mengiringi cerita, tetapi juga menjadi jembatan emosional antara tokoh dan penonton. Sama seperti tokoh Sore yang harus merelakan Jonathan demi masa depan, lagu ini menyiratkan bahwa terkadang, melepas juga bagian dari mencintai.
BACA JUGA:
Lirik Lagu Mejikuhibiniu -Tenxi, Suisei dan Jemsii, Viral di Tiktok
Makna dan Lirik Lagu ‘Pretty Little Baby’ – Connie Francis
Lirik Lagu Terbuang Dalam Waktu – Barasuara
Teringat seru suaramu menepis keraguan
Namun dewasa mengubah
Cara pandang dan keikhlasan bersaut dan bergulat
Terperai-perai menghilang
Perih yang terasa, sakit yang tak sirna
Harapan akankah ada? Berputar arah
Angan tenggelam dalam kabut dan amarah
Luka terkuak dan menggebu tanpa arah
Tangis yang terbendung
Terbuang dalam waktu yang meluruh
Perih yang terasa, sakit yang tak sirna
Harapan akankah ada? Berubah
Melihatmu bersemi dan bermekaran
Tawa candamu berikan kekuatan
Sisa hariku
Pagi berganti waktu memelukmu
Kita ‘kan tua dan kehilangan pegangan
Lihat senyummu memberikan kekuatan
Sisa nafasku
Cinta tak kenal waktu menjagamu
(Haqi)











