BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Nama Louis Thomas Buffon tengah mencuri perhatian di panggung sepak bola junior Eropa. Putra legenda Italia, Gianluigi Buffon, itu tampil begitu tajam bersama tim nasional Ceko U-19 dan langsung memancing sorotan publik internasional.
Dalam tiga pertandingan terakhir di jeda internasional, Louis mengemas enam gol. Catatan yang mencolok, terutama untuk pemain berusia 17 tahun yang baru menapaki karier profesionalnya. Lebih mengejutkan lagi, dua di antara gol-gol itu lahir lewat dua hattrick beruntun di ajang Kualifikasi Piala Eropa U-19, membuat media Eropa ramai membicarakan potensinya sebagai penyerang masa depan.
Di balik sorotan tersebut, muncul pertanyaan besar: mengapa Louis belum membela tim muda Italia, negara asal sang ayah yang merupakan ikon sepak bola dunia? Pilihan membela Ceko sejak level usia muda pun semakin memantik diskusi publik.
Rekor Enam Gol dan Dua Hattrick Bersama Ceko U-19
Louis benar-benar menjadi pusat perhatian ketika Ceko U-19 menghadapi Azerbaijan pekan lalu. Dalam laga kualifikasi itu, ia memborong tiga gol dan membawa timnya meraih kemenangan penting. Performa tersebut kembali ia ulang saat bersua Irlandia Utara, di mana Louis kembali mencetak hattrick dan membantu Ceko menang telak 4-0 di laga tandang.
Dalam jeda internasional terbaru, Louis menutup rangkaian tiga pertandingan dengan total enam gol masing-masing ke gawang Azerbaijan, Irlandia Utara, dan Malta. Pencapaian yang membuat namanya semakin sering diperbincangkan pemandu bakat Eropa.
Latar Belakang Keluarga dan Alasan Memilih Ceko
Louis merupakan buah hati dari Gianluigi Buffon dan Alena Seredova, model asal Ceko. Kombinasi dua kewarganegaraan itu memberinya pilihan besar dalam menentukan arah karier internasionalnya.
Pada tahap awal, Louis memilih membela negara asal ibunya. Keputusan yang, menurutnya, lahir dari pembicaraan matang bersama keluarga. Mereka menilai bahwa membela Ceko di level junior adalah langkah yang paling tepat untuk perkembangan kariernya.
“Bersama keluarga, kami memutuskan bahwa ini adalah pilihan terbaik untuk perkembangan saya sebagai pesepak bola. Kami yakin ini adalah solusi yang paling tepat,” ujar Louis.
Dukungan Penuh dari Gigi Buffon
Gianluigi Buffon menegaskan bahwa putranya tidak akan mengambil jalan pintas dalam meniti karier. Sang legenda ingin Louis berkembang dengan ritme alami, tanpa bergantung pada nama besar yang ia sandang.
Keputusan soal tim nasional pun dibahas secara terbuka di lingkungan keluarga. Buffon mengaku sepakat bahwa yang utama adalah kenyamanan Louis dan prosesnya dalam berkembang sebagai pemain.
“Kami sudah membicarakannya dalam keluarga dan kami merasa senang dengan keputusan ini,” ujar Buffon pada Februari lalu.
“Ia harus mengambil keputusan sendiri dan menapaki jalannya sendiri tanpa pengaruh dari luar, terutama tanpa tekanan karena menyandang nama Buffon.
Ia akan meraih semuanya dengan usahanya sendiri, tanpa jalan pintas. Semua yang ia capai sejauh ini adalah hasil kerja kerasnya sendiri. Kita lihat saja bagaimana masa depannya,” tegasnya.
BACA JUGA:
Dramatis! Spanyol Pastikan Tiket ke Piala Dunia 2026 Usai Tahan Imbang Turki 2-2
Gerard Pique Puji Laju Timnas Indonesia, Yakin Garuda Bisa Tembus Piala Dunia
Peluang Membela Italia Masih Terbuka
Louis dikenal fleksibel di lini depan. Ia mampu bermain sebagai penyerang sayap kiri maupun penyerang tengah karakteristik yang membuatnya semakin menarik dipantau klub-klub top.
Di level klub, Louis tampil untuk Pisa dan cukup impresif bersama tim Primavera. Ia telah mengemas 10 gol dan mulai mendapat perhatian dari lingkungan Serie A. Puncak perkembangannya sejauh ini terjadi ketika melakukan debut di Serie A pada 5 Oktober 2025 dalam laga melawan Bologna langkah besar bagi pemain seusianya.
Meski kini membela Ceko U-19, peluang membela Italia tetap terbuka lebar. Aturan memungkinkan pemain berganti tim nasional selama belum tampil di level senior dalam kompetisi resmi.
(Haqi/Dist)











