JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Bandung kembali menjadi panggung pertemuan seni dan budaya melalui gelaran Love Letter from Bali 2025 yang diadakan di NuArt Sculpture Park pada 6-7 Desember 2025. Festival ini menghadirkan beragam kegiatan mulai dari pertunjukan seni, lokakarya, kuliner khas Bali, hingga pasar kreatif, sebagai jembatan budaya yang menghubungkan tradisi Pulau Dewata dengan masyarakat Bandung.
Sebagai wujud visi maestro patung Nyoman Nuarta, NuArt Sculpture Park menegaskan komitmennya pada tiga pilar: seni, budaya, dan alam. Pilar-pilar ini menjadi dasar penyelenggaraan program yang mendorong publik memahami sejarah, kondisi sosial-budaya, dan berperan aktif dalam memajukan seni serta budaya Indonesia.
NuArt: Miniatur Bali di Kota Bandung

Tahun ini, NuArt disulap menyerupai potongan Bali, lengkap dengan penjor, gebogan, dan dekorasi tradisional. Konsep ini dikembangkan bersama kolektif seni Jnana dari Ubud, yang menjadi mitra kreatif dalam perancangan visual, elemen performatif, dan sejumlah lokakarya.
Lima Program Utama Love Letter from Bali 2025
- Pertunjukan Seni Tradisional dan Kontemporer
- Lokakarya Praktis dan Permainan Tradisional
- Yoga dengan Selonding Soundscape
- Pasar Artisan dan Kuliner Bali
- Instalasi Dekorasi Bali, Talkshow, dan Sesi Komunitas
Dialog Budaya Bali dan Sunda di Panggung Seni
Lebih dari 15 pertunjukan menyemarakkan festival, menghadirkan energi budaya Bali dan Sunda. Festival dibuka dengan Parade Baleganjur dari Kabupaten Tabanan, dilanjutkan kolaborasi musik elektronik Bottle Smokers dengan selonding gamelan. Komunitas dan seniman yang tampil antara lain Hot Mama Dance Club, Lestari AyuBulan, Gita Sarasvati, serta Komunitas Jugala dengan Tari Jaipongan. Pertunjukan ini membangun dialog budaya, memperlihatkan bagaimana tradisi Bali dan Sunda bertemu dalam harmoni dan kolaborasi.
Baca Juga:
Monoplay Melati Pertiwi, Ketika Suara Perempuan Menggema di Panggung Sunyi
Lokakarya Menyentuh Budaya Bali secara Langsung
Sebanyak 13 lokakarya mengajak pengunjung merasakan tradisi Bali melalui praktik langsung. Kegiatan meliputi clay making, Kamasan coloring, Wayang Tantri, gamelan dan tari, permainan tradisional Bali, meramu jamu, dramatic reading session, mapayas, dan eksperimen kreatif untuk anak dan keluarga. Setiap kegiatan dirancang agar imersif, hangat, dan mudah diakses berbagai kalangan.
Pasar Kreatif dan Kuliner Bali
Lebih dari 33 tenant meramaikan area pasar kreatif, menghadirkan kuliner, kriya tradisional dan modern, produk komunitas kreatif, serta dekorasi dan busana bertema Bali. Kurasi ini memungkinkan pengunjung membawa pulang cerita, rasa, dan tekstur khas Bali melalui karya artisan.
Festival juga menghadirkan program edukatif terkait keberlanjutan, yaitu Jelantah Jadi Rupiah bersama Noovoelum dan Bersaling-Silang bersama Life With Less, yang mendorong kesadaran publik bahwa langkah kecil dapat memberi dampak positif bagi lingkungan.
(Dist)





