JAKARTA, TEROPONGMEDI.ID — Selama ini, publik hanya disuguhi versi “panggung” dari Lucinta Luna yang penuh tawa, gaya hidup mewah, dan sensasi tanpa jeda. Tapi, di hadapan Ivan Gunawan semua itu mendadak runtuh.
Tak ada lagi filter. Tak ada lagi akting. Yang muncul justru pengakuan mentah yang terasa lebih tajam dari kontroversi mana pun yang pernah ia buat.
Pengakuan 10 Tahun
Dalam satu momen yang tak terduga, Lucinta melontarkan pernyataan yang langsung bikin jagat maya panas:
“Gue tuh udah 10 tahun enggak pernah salat (seperti Idulfitri),” kata dia di YouTube Ivan Gunawan dikutip, Senin (6/4/2026).
Pengakuan ini bukan sekadar sensasi melainkan seperti membuka luka lama di depan publik. Sosok yang selama ini identik dengan kontroversi kini justru menunjukkan sisi yang jauh lebih kompleks.
Di balik sorotan kamera, Lucinta mengaku hidupnya terasa seperti dikendalikan orang lain. Bukan manajer, bukan keluarga—melainkan netizen.
Ia pun tak menahan kekesalannya.
“Hidup gue kayak banyak diatur sama netizen.”
Kalimat itu menegaskan satu hal: popularitas di era digital bisa berubah jadi jerat. Setiap gerak-gerik dinilai, setiap keputusan dihakimi.
Tertawa di Luar, Hancur di Dalam
Apa yang terlihat di media sosial ternyata hanya lapisan luar. Di balik itu, ada tekanan yang terus menumpuk.
Lucinta mengungkap sisi paling rapuhnya yang selama ini tak pernah benar-benar terlihat.
“Setiap malam gue nangis mulu.”
Bukan dramatisasi. Ini pengakuan yang terasa nyata tentang kesepian yang datang justru saat dunia sedang tidak melihat.
Tangisan Malam dan Pergulatan Batin
Saat suasana sunyi, ia mulai dihadapkan pada dirinya sendiri. Pada pilihan-pilihan yang pernah diambil, dan konsekuensi yang harus ditanggung.
Menjelang momen hari raya, muncul keinginan yang tak sederhana: kembali menemukan ketenangan lewat jalan spiritual. Sebuah kerinduan yang selama ini tertutup oleh hiruk-pikuk sensasi.
Tekanan Publik vs Diri Sendiri
Lucinta kini berdiri di titik yang rumit. Di satu sisi ada ekspektasi publik yang terus menekan. Di sisi lain, ada keinginan pribadi untuk berubah.
Perjalanan ini jelas tidak mudah. Tapi setidaknya, ia mulai jujur—pada dirinya sendiri.
Baca Juga:
Keyndah Ambruk Usai Diterpa Isu VCS dengan Suami Clara Shinta
Haus Kedamaian, Bukan Sekadar Sensasi
Di akhir curhatannya, satu kalimat menjadi penegas arah yang ingin ia tuju:
“Gue pengin hidup tenang, tentram, damai.”
Pertanyaannya sekarang: apakah ini benar-benar titik balik, atau hanya bab baru dari cerita panjang penuh drama?
Yang jelas, untuk pertama kalinya, Lucinta Luna tidak sedang menjual sensasi ia sedang memperlihatkan sisi manusianya.
(Dist)











