BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia (UNIBI) menggelar Wisuda Tahun Akademik 2025, Sabtu (13/12/2025), di Harris Convention Hall, Bandung. Pada kesempatan tersebut, UNIBI secara resmi meluluskan 349 wisudawan dari tujuh program studi yang telah menempuh proses akademik dengan penuh dedikasi. Para lulusan ini diharapkan mampu berkiprah di dunia profesional maupun dunia wirausaha, sejalan dengan kebutuhan era transformasi digital yang terus berkembang.
Sebagian besar lulusan tahun ini telah terserap di berbagai sektor industri, mulai dari teknologi digital, bisnis, komunikasi kreatif, hingga layanan profesional. Capaian ini mencerminkan peran aktif UNIBI dalam mencetak sumber daya manusia yang adaptif, kompeten, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Dalam sambutannya, Rektor UNIBI, Prof. Dr. Ir. Bob Foster, M.M., menegaskan bahwa kemajuan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI), tidak seharusnya memunculkan kekhawatiran berlebihan. Ia menekankan bahwa manusia tetap menjadi pusat kreativitas yang tidak dapat digantikan oleh mesin.
“Sebesar apa pun kemampuan Artificial Intelligence, manusia tidak akan pernah tergantikan. AI diciptakan oleh manusia, dan kreativitas manusialah yang menjadi sumber kemajuan teknologi. Lulusan UNIBI harus percaya diri menghadapi masa depan, karena kemampuan berpikir kritis, empati, moralitas, dan kreativitas adalah keunggulan yang tak dapat ditiru AI,” katanya
Lebih jauh, Prof. Dr. Ir. Bob Foster, M.M., menjelaskan bahwa UNIBI berkomitmen memperbarui kurikulum dan metode pembelajaran, agar mahasiswa tidak hanya mahir menggunakan teknologi, tetapi juga mampu menjadi pengembang dan pemimpin perubahan pada era digital.
Baca Juga:
Inovasi Baru! Mahasiswa DKV UNIBI Cetak Foto Dokumenter di Atas Struk Belanja
Pada wisuda ini, UNIBI mengukuhkan lulusan dari tujuh program studi, yaitu, Program Studi (Prodi) Informatika, Prodi Sistem Informasi, Prodi Manajemen, Prodi Akuntansi, Prodi Ilmu Komunikasi, Prodi Desain Komunikasi Visual, dan Prodi Psikologi
Prosesi berlangsung khidmat dan menjadi simbol perjalanan panjang mahasiswa dalam mengasah kompetensi akademik, membangun karakter, dan menyiapkan diri untuk menghadapi dunia profesional. UNIBI memaknai wisuda bukan sekadar akhir dari proses belajar, tetapi titik awal bagi para lulusan untuk berkontribusi bagi masyarakat.
Mayoritas lulusan tahun ini berhasil meraih predikat Sangat Memuaskan dan Dengan Pujian, sebagai bukti kualitas pembelajaran dan pendampingan akademik yang konsisten diberikan UNIBI. Sebagai bentuk apresiasi, universitas memberikan penghargaan kepada 7 Wisudawan Terbaik, masing-masing mewakili setiap program studi. Mereka merupakan mahasiswa yang menunjukkan prestasi akademik, kreativitas, serta ketekunan yang unggul selama masa studi.

Bangkit dari Keterbatasan
Di antara para wisudawan UNIBI tahun ini, ada satu kisah inspiratif yang menjadi sorotan. Amirudin nama lulusan itu. Putera dari pasangan Rustan dan Maryati. Dia mahasiswa yang harus menghadapi cobaan berat ketika terserang virus yang menyebabkan kelumpuhan. Nyaris kehilangan kemampuannya untuk beraktivitas secara normal.
Perubahan ini dratis mengguncang semangat dan kepercayaannya untuk menyelesaikan kuliah. Namun, berkat dukungan yang tiada henti dari keluarganya, Amirudin beranjak menata kembali harapan -harapannya untuk sembuh, untuk menyelesaikan satu fase mimpinya: menjadi sarjana Akuntansi.
Namun perjalanan hidupnya berubah ketika dukungan tanpa henti datang dari keluarga, yang menjadi sumber kekuatan utama dalam proses pemulihan. Lebih dari itu, Amirudin juga mendapat dukungan sepenuhnya dari kampus dia menimba ilmu.
UNIBI merupakan kampus yang ramah inklusi dan peduli terhadap kondisi mahasiswa. UNIBI selalubmemastikan bahwa setiap mahasiswanya —termasuk yang menghadapi keterbatasan fisik—tetap mendapatkan kesempatan yang sama untuk menuntaskan pendidikan. Para dosen memberikan fleksibilitas, bimbingan, serta dukungan moral yang membuatnya kembali yakin bahwa mimpinya belum berakhir.
Dengan keteguhan hati, kerja keras, doa, serta dukungan dari keluarga dan civitas akademika UNIBI, akhirnya Amirudin berhasil menyelesaikan studinya dan menjadi salah satu wisudawan yang paling menginspirasi tahun ini. Perjalanan ini menjadi pengingat bahwa keterbatasan bukanlah akhir, dan bahwa lingkungan pendidikan yang berempati terhadap inklusi dapat menjadi jembatan menuju keberhasilan.










