BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Real Madrid mengumumkan keputusan mengejutkan dengan mengakhiri kontrak pelatih Xabi Alonso secara kesepakatan bersama, Selasa (13/1/2026). Keputusan ini datang sehari setelah Los Blancos menelan kekalahan dengan skor 3-2 dari Barcelona di final Supercopa de España di Jeddah, Arab Saudi.
Alonso, yang baru menangani Madrid sejak musim panas lalu, harus pamit setelah hanya enam bulan melatih tim legendaris Spanyol tersebut. Álvaro Arbeloa, pelatih tim cadangan Real Madrid Castilla, langsung ditunjuk sebagai penggantinya.
Perpisahan Mendadak Setelah El Clasico
Dalam pernyataan resmi, Real Madrid menyatakan bahwa keputusan untuk mengakhiri masa jabatan Alonso diambil berdasarkan kesepakatan bersama antara klub dan pelatih. Klub menegaskan bahwa Alonso akan selalu memiliki tempat istimewa di hati para Madridistas karena statusnya sebagai legenda klub.
Kekalahan 3-2 dari Barcelona di final Supercopa menjadi pukulan terakhir bagi Alonso, meski sebelumnya timnya telah meraih lima kemenangan beruntun sebelum pertandingan El Clásico tersebut.
Perjalanan Singkat Alonso di Santiago Bernabeu
Alonso mengambil alih posisi dari Carlo Ancelotti musim panas lalu setelah tampil impresif di Bayer Leverkusen, di mana ia membawa tim Jerman tersebut meraih gelar Bundesliga pertama dalam sejarah klub pada 2024. Ekspektasi tinggi mengiringi kedatangannya, terutama mengingat rekam jejaknya yang cemerlang sebagai pemain dan pelatih.
Namun perjalanannya di Madrid tidak semulus yang diharapkan. Tim mengawali musim dengan performa solid 13 kemenangan dari 14 pertandingan di semua kompetisi. Namun memasuki November, Madrid mengalami periode sulit dengan hanya meraih dua kemenangan dari delapan pertandingan, termasuk kekalahan dari Liverpool, Celta Vigo, dan Manchester City.
Drama Ketegangan dengan Vinícius Júnior
Salah satu faktor krusial di balik kepergian Alonso adalah ketegangan yang terus memanas dengan bintang Brasil, Vinícius Júnior. Hubungan keduanya mulai retak sejak Club World Cup, ketika Alonso memutuskan untuk memainkan Vinícius di sisi kanan serangan, bukan posisi favoritnya di kiri bahkan sempat berencana mencadangkannya.
Konflik mencapai puncaknya saat El Clásico bulan Oktober, ketika kamera menangkap reaksi marah Vinícius setelah ditarik keluar oleh Alonso. Pemain nomor punggung 7 itu terlihat protes keras sebelum masuk ke ruang ganti.
Laporan dari media Spanyol menyebutkan Vinícius merasa kehilangan kepercayaan dari Alonso, yang dinilai sering merotasi dan mengganti dirinya. Meski Jude Bellingham sempat mencoba meredakan isu dengan menyatakan “tidak ada masalah antara Xabi dan Vinícius,” ketegangan tetap terasa di ruang ganti.
Insiden terakhir terjadi di final Supercopa, ketika Alonso menarik Vinícius di menit ke-82 meski pemain Brasil itu tampil cemerlang dan mencetak gol penyeimbang. Meski Alonso mengklaim Vinícius meminta diganti karena kelelahan, banyak pihak melihat ini sebagai simbol hubungan yang sudah tidak harmonis.
Mbappé Jadi Pemain Pertama yang Pamit
Kylian Mbappé menjadi pemain pertama yang mengucapkan perpisahan kepada Alonso melalui Instagram story. Bintang asal Prancis itu mengunggah foto dirinya bersalaman dengan Alonso, disertai caption penuh penghargaan.
“Singkat tapi senang bermain dan belajar dari Anda. Terima kasih sudah memberikan kepercayaan sejak hari pertama. Saya akan mengingat Anda sebagai pelatih yang punya ide dan tahu banyak tentang sepak bola. Semoga sukses di babak selanjutnya,” tulis Mbappé di laman akun instagramnya, Selasa (13/01/2026).
Baca Juga:
Prediksi Skor Real Madrid vs Juventus Liga Champions 2025/2026
Arbeloa Dipercaya Melanjutkan Misi Madrid
Álvaro Arbeloa, yang sebelumnya menangani Real Madrid Castilla sejak Juni 2025 menggantikan Raúl González, kini dipromosikan untuk menangani tim utama. Mantan bek kanan berusia 42 tahun ini memiliki ikatan emosional kuat dengan Madrid sebagai mantan pemain.
Arbeloa mengawali kariernya di Madrid sebelum hijrah ke Liverpool tempat ia bermain bersama Alonso. Ia kemudian kembali ke Santiago Bernabéu pada 2009 dan menghabiskan tujuh musim di klub, meraih berbagai trofi termasuk satu gelar Champions League dan satu gelar LaLiga.
Sebagai pemain internasional, Arbeloa juga berkontribusi dalam kesuksesan tim nasional Spanyol yang memenangi Piala Dunia 2010 serta Piala Eropa 2008 dan 2012. Pengalaman dan pemahamannya tentang DNA Madrid diharapkan bisa membawa tim keluar dari situasi sulit.
Tantangan Besar Menanti Arbeloa
Arbeloa mewarisi tim yang sedang dalam posisi rumit di persaingan domestik dan Eropa. Madrid saat ini bersaing ketat dengan Barcelona di puncak klasemen LaLiga, dan kekalahan di Supercopa jelas memberikan tekanan psikologis.
Tugas pertama Arbeloa adalah mengembalikan kepercayaan diri skuad yang dipenuhi bintang seperti Vinícius Jr., Jude Bellingham, dan Mbappé. Dengan pengalamannya menangani akademi Madrid sejak 2020, ia diharapkan memahami filosofi klub dan bisa langsung beradaptasi dengan tuntutan tim senior.
Warisan Alonso yang Singkat namun Bermakna
Meski hanya bertahan enam bulan, Alonso meninggalkan beberapa momen positif. Kemenangannya di El Clásico pertama dan periode dominan 13 kemenangan dari 14 pertandingan menunjukkan bahwa ia punya kualitas sebagai pelatih. Namun konsistensi menjadi masalah utama yang tidak bisa ia atasi.
Sebagai pemain, Alonso bermain untuk Madrid antara 2009 hingga 2014, meraih satu gelar Champions League, satu gelar LaLiga, dan dua trofi Copa del Rey. Statusnya sebagai legenda klub tetap utuh meski masa kepelatihannya berakhir lebih cepat dari yang diharapkan.
Bagi Real Madrid, beban besar kini berada di tangan Arbeloa. Dengan sisa musim yang masih panjang dan persaingan di berbagai kompetisi, tekanan untuk segera meraih hasil akan sangat besar. Keputusan mengganti pelatih di tengah musim selalu berisiko, dan hanya waktu yang akan membuktikan apakah langkah ini adalah keputusan yang tepat.
(Magang UIN Bandung/Adit Ramadhan)











