BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Mahasiswa Universitas Bhakti Kencana (UBK) Kelompok 37 Interprofessional Education (IPE) melaksanakan kegiatan edukasi keluarga sehat berbasis pengendalian diabetes melitus pada 29 Desember 2025 di Kampung Babakan Jeungjing, Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung.
Kegiatan edukasi ini secara khusus diberikan kepada satu keluarga yang memiliki anggota keluarga terdiagnosis diabetes melitus. Edukasi bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pentingnya pengendalian diabetes melitus secara berkelanjutan melalui penerapan pola hidup sehat dan keterlibatan seluruh anggota keluarga.
Dalam pelaksanaannya, Kelompok 37 IPE melibatkan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu kesehatan, yakni psikologi, keperawatan, farmasi, dan anestesi. Kolaborasi lintas profesi tersebut menjadi ciri khas mata kuliah IPE dalam memberikan pendekatan edukasi kesehatan yang komprehensif, terintegrasi, dan berbasis kebutuhan keluarga.
Materi edukasi disampaikan secara langsung kepada keluarga sasaran melalui metode penyuluhan dan diskusi interaktif. Materi yang diberikan meliputi pengaturan pola makan sehat di lingkungan keluarga, pentingnya aktivitas fisik, kepatuhan terhadap pengobatan, serta dukungan psikologis bagi anggota keluarga yang menderita diabetes melitus. Keluarga sasaran terlihat aktif dan terbuka dalam berdiskusi terkait pengelolaan penyakit yang dijalani.
Baca Juga:
Teropong Media Siap Kolaborasi dengan UBK Melalui Suar Mahasiswa Awards 2025
KKN 20 Cibeet UBK Wujudkan Edukasi Sehat dan Cerdas di SD Cempaka Putih
Ketua Kelompok 37 IPE, Hudan Septian Nz, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran kolaboratif lintas profesi sekaligus bentuk penerapan ilmu di masyarakat.
“Melalui mata kuliah ini, kami belajar mengintegrasikan berbagai profesi kesehatan dalam merancang intervensi yang saling melengkapi. Kelompok kami terdiri atas mahasiswa dari disiplin psikologi, keperawatan, farmasi, dan anestesi, yang masing-masing berperan sesuai dengan keilmuannya. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi bekal pembelajaran bagi kami ke depan sebagai calon tenaga kesehatan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi keluarga dalam mengendalikan diabetes melitus dan meningkatkan kualitas kesehatan keluarga,” ujarnya.
Melalui pendekatan interprofesional dan berbasis keluarga sehat, kegiatan ini diharapkan dapat membantu keluarga sasaran dalam mengelola diabetes melitus secara optimal serta mencegah terjadinya komplikasi di kemudian hari.











