BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tim mahasiswa lintas program studi UNAIR berhasil meraih Juara III Lomba JurnalFest 2025, yang diumumkan pada Minggu (21/12/2025).
Tim tersebut diketuai oleh Alvyan Ananta Asis (Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin/FTMM), bersama Nouval Gathantio Fayyazwari (Teknik Elektro, FTMM) dan Nafisa Aura Qolby (Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi/FST).
Fokus Material untuk Energi Bersih
Dalam kompetisi ini, tim UNAIR mengangkat riset bertema pengembangan material pelapis fungsional untuk meningkatkan ketahanan media saluran produksi fluida pada sistem panas bumi hidrogen. Penelitian tersebut berfokus pada perancangan material adaptif yang mampu bertahan di lingkungan ekstrem.
Ketua tim, Alvyan Ananta Asis, menjelaskan bahwa degradasi material menjadi salah satu tantangan utama dalam pengembangan energi bersih berbasis hidrogen.
“Media saluran produksi fluida pada sistem panas bumi hidrogen terpapar tekanan tinggi, suhu ekstrem, dan reaksi kimia yang kompleks. Tanpa solusi material yang tepat, keandalan infrastruktur akan sulit dipertahankan,” ujar Alvyan, dilansir dari laman resmu Unair, Selasa (30/12/2025).
Ia menambahkan, kegagalan material dapat berdampak langsung pada umur pakai sistem serta meningkatkan risiko operasional.
Baca Juga:
Fluviotion: Inovasi Mahasiswa ITB Atasi Krisis Air Bersih di Garut
Riset Berbasis Kajian Literatur
Proses penyusunan karya ilmiah diawali dengan kajian literatur mendalam terkait stabilitas material dan tantangan penyimpanan hidrogen pada sistem panas bumi. Dari kajian tersebut, tim merumuskan konsep material pelapis adaptif sebagai solusi potensial.
Nouval Gathantio Fayyazwari menjelaskan bahwa pendekatan analitis menjadi kunci dalam perumusan ide penelitian.
“Kami mengevaluasi peran material dalam menjaga integritas struktur media saluran produksi fluida pada kondisi ekstrem. Seluruh analisis kemudian kami susun secara sistematis agar mudah dipahami dan tetap memiliki bobot ilmiah,” jelas Nouval.
Kolaborasi Lintas Disiplin
Keunikan riset ini terletak pada kolaborasi lintas disiplin antara teknik dan sains. Mahasiswa Teknik Elektro berfokus pada sistem energi panas bumi hidrogen serta implikasinya terhadap keandalan infrastruktur. Sementara itu, mahasiswa Biologi mengkaji karakteristik material dan responnya terhadap lingkungan ekstrem.
Menurut Nafisa Aura Qolby, pendekatan multidisipliner memberikan sudut pandang yang lebih menyeluruh.
“Kolaborasi ini membuat penelitian kami tidak hanya membahas sistem energi, tetapi juga memahami sifat material hingga dampaknya terhadap keberlanjutan infrastruktur,” ujarnya.
Kontribusi dan Rencana Pengembangan
Dewan juri JurnalFest 2025 menilai karya tim UNAIR unggul dari sisi relevansi dengan isu transisi energi, pendekatan solusi yang sistemik, serta penyajian karya yang runtut dan komunikatif.
Ke depan, tim berencana mengembangkan penelitian ini melalui studi lanjutan dan pengujian pada skala yang lebih aplikatif.
“Mahasiswa UNAIR harus berani mengangkat isu masa depan, memperkuat kolaborasi lintas disiplin, dan menjadikan karya ilmiah sebagai kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan,” pungkas Nafisa.











