BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Kelompok 1 mahasiswa semester 3 Program Studi S1 Psikologi Universitas Bhakti Kencana telah selesai menyelenggarakan rangkaian kegiatan “Eksplorasi Budaya dan Interaksi Sosial” di Kampung Budaya Legok Hayam Girimekar.
Adanya kegiatan ini berawal dari tugas salah satu mata kuliah Psikologi Budaya dengan dosen pengampu yakni Nur Rakhmanto Heryana, S.Psi., M.Psi., Psikolog dan Yusuf Buhori Maulana, S.Psi., M.Psi., Psikolog.
Kegiatan ini diketuai oleh Rena Nurafrizki Sonia dengan anggota kelompok di dalamnya Ginu Nugina, Icha Nuraisyah, Laila Nur Asiah, Nadzya Arifa Zahri, Najwa Fatimah Azzahra, Neng Rahma Nurfadhilah, Prayoga Mahardika, Raffi Yassar Aziz Wibowo, Rahma Salsabila, Silvia Dwi Rachmayani, Ulya Nurfatwa, dan Zaskia Olivia Rahma Adiningrat.
Kegiatan dimulai dengan survei tempat lalu berdiskusi dengan RW setempat yakni Dede Kurniawan untuk mengetahui informasi Kampung Budaya Legok Hayam yang masih kental dilakukan atau diyakini. Kemudian, kelompok mahasiswa meminta izin ke pihak Kantor Desa Girimekar. Setelah mendapatkan izin, kelompok mahasiswa melangsungkan rangkaian kegiatan pada 6 Oktober 2025 dan 13 Oktober 2025.
Kegiatan ini sebagai pemenuhan tugas mata kuliah Psikologi Budaya yang dilakukan oleh kelompok mahasiswa dengan terjun ke masyarakat mengenai budaya setempat, dilaksanakan di Kampung Budaya Legok Hayam, Girimekar, Kec. Cilengkrang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Baca Juga:
Teropong Media Siap Kolaborasi dengan UBK Melalui Suar Mahasiswa Awards 2025
Adapun, kegiatan ini bertujuan untuk memahami budaya setempat masyarakat Kampung Budaya Legok Hayam melalui perspektif psikologi budaya sebagai acuan mata kuliah, khususnya dalam melihat nilai-nilai kebersamaan dan kolektivitas yang masih kuat dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengamati secara langsung keterkaitan antara budaya, pola pikir, dan perilaku sosial masyarakat setempat.
Oleh karena itu, kegiatan ini dinilai penting untuk dilaksanakan sebagai upaya mengenalkan kepada masyarakat luas bahwa budaya di Legok hayam masih kental dan dapat memperkuat kesadaran akan pentingnya budaya kolektif dalam kehidupan bermasyarakat.
Pada 6 Oktober 2025, kegiatan ini diisi dengan keikutsertaan kelompok mahasiswa dalam serangkaian acara hajat pernikahan salah satu warga. Dalam acara tersebut, ditampilkan kesenian tradisional berupa kesenian benjang yang sering dilakukan oleh masyarakat setempat. Selain itu, kelompok mahasiswa juga diizinkan mengamati ritual adat sebelum acara dimulai, seperti kebiasaan masyarakat setempat (tuan rumah/pihak yang memiliki hajat) melakukan bakar kemenyan dilengkapi sesajen, serta doa-doa yang ditujukan kepada leluhur.
Dan pada 13 Oktober 2025, dilaksanakan inti kegiatan berupa pengisian kuesioner dengan melibatkan 20 orang masyarakat setempat. Kegiatan ini juga diisi dengan penyampaian materi singkat mengenai budaya kolektivitas dari perspektif psikologi, yang selaras dengan kehidupan masyarakat setempat yang masih kuat menjunjung nilai gotong royong dan kebersamaan. Kegiatan pada tanggal tersebut sekaligus menjadi penutup rangkaian pelaksanaan kelompok mahasiswa.
“Untuk kerja bakti sama gotong royong masih kental disini,” ujar Dede Kurniawan.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin menyadari pentingnya menjaga dan mempertahankan budaya kolektivitas di Kampung Budaya Legok Hayam, serta kelompok mahasiswa dapat memahami secara langsung nilai budaya kolektivitas yang masih kuat di masyarakat setempat.
Penulis:
Rena Nurafrizki Sonia
Prodi S1 Psikologi
Universitas Bhakti Kencana






