BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Isu pemerataan akses listrik dan transisi energi kembali mendapat sorotan melalui prestasi mahasiswi Universitas Jambi (UNJA). Az Zahra Aurellia Alamsyah Putri, mahasiswi Program Studi Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNJA, berhasil meraih Juara Umum Internal Business Case Competition 2025 lewat gagasan solusi energi terbarukan yang dinilai aplikatif bagi Indonesia.
Kompetisi yang digelar oleh Kejar Mimpi Depok tersebut menantang peserta untuk menawarkan solusi bisnis berbasis studi kasus perusahaan energi terbarukan Greentizen. Bersama tim lintas institusi yang dipimpinnya, Az Zahra mengusung konsep Self-Healing Solar Microgrid, sistem kelistrikan tenaga surya terintegrasi baterai yang dirancang mampu memulihkan gangguan jaringan secara otomatis tanpa ketergantungan tinggi pada kehadiran teknisi.
Gagasan tersebut dinilai relevan dengan kondisi geografis Indonesia yang memiliki banyak wilayah kepulauan dan daerah terpencil. Minimnya infrastruktur serta keterbatasan sumber daya teknis kerap menjadi penyebab utama gangguan pasokan listrik. Melalui sistem microgrid mandiri yang adaptif, solusi ini diharapkan dapat menjaga kontinuitas listrik sekaligus mendukung agenda dekarbonisasi nasional.
Dalam perannya sebagai ketua tim, Az Zahra tidak hanya terlibat dalam aspek konseptual teknologi, tetapi juga merancang strategi bisnis, pemetaan pasar, serta skema distribusi listrik yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Pendekatan berbasis data dan regulasi menjadi fondasi utama agar solusi yang ditawarkan tidak berhenti sebagai wacana, tetapi berpotensi diterapkan secara nyata.
Baca Juga:
Celup Puting Daun Sirih, Inovasi Mahasiswa IPB untuk Peternak Sapi Perah
Dosen Pengampu Akademik Az Zahra, Dr. Novita Ekasari, S.E., M.M., menilai capaian ini mencerminkan kemampuan mahasiswa dalam mengintegrasikan ilmu akademik dengan persoalan strategis nasional.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya mampu bersaing, tetapi juga peka terhadap tantangan pembangunan nasional. Capaian Zahra menjadi kontribusi nyata bagi penguatan profil lulusan dan pengembangan kompetensi mahasiswa,” ujarnya, dikutip dari laman resmi UNJA, Senin (5/1/2026).
Bagi Az Zahra, kompetisi ini menjadi ruang untuk menyuarakan kepeduliannya terhadap isu keadilan energi. Menurutnya, akses listrik yang andal merupakan fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat, terutama di wilayah yang selama ini tertinggal.
“Transisi energi bukan hanya soal teknologi hijau, tetapi bagaimana energi tersebut bisa dinikmati secara merata dan berkelanjutan. Saya ingin solusi ini bisa menjadi bagian dari masa depan energi Indonesia,” ungkapnya.
Keberhasilan ini sekaligus mempertegas peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam menghadapi tantangan energi nasional. Az Zahra berharap konsep Self-Healing Solar Microgrid dapat terus dikembangkan, baik melalui riset lanjutan maupun kolaborasi dengan pemangku kepentingan, agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.











