JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Manny Pacquiao yang saat ini berusia 46 tahun, ternyata belum menutup pintu untuk laga-laga besar. Setelah comeback melawan Mario Barrios pada Juli lalu untuk memperebutkan gelar WBC welterweight, legenda tinju asal Filipina itu kembali menjadi sorotan usai wacana duel crossover dengan petarung legendaris UFC.
Kendati gagal merebut sabuk juara, performa Pacquiao saat melawan Barrios membuktikan bahwa ia masih punya daya saing di level elit. Kini, rumor duel crossover antara dirinya dan bintang UFC, Conor McGregor, kembali ramai diperbincangkan.
Pertarungan lintas disiplin antara petinju dan petarung MMA memang selalu menarik perhatian publik. Apalagi, Pacquiao bukan satu-satunya legenda tinju yang dikaitkan dengan McGregor yang yang merupakan rival lamanya.
Sebelumnya Floyd Mayweather, telah sukses mencatat duel besar dengan McGregor itu pada 2017. Kini, wacana serupa bisa saja kembali terjadi dengan nama “PacMan” di sudut ring yang berbeda.
Pacquiao: “Saya Ingin Menutup Mulut McGregor”
Dalam wawancara eksklusif bersama IBA Boxing, Pacquiao kembali menanggapi rumor duel melawan McGregor yang tak kunjung padam. Ketika ditanya apakah pertarungan tersebut mungkin terjadi, ia tak menampik peluang tersebut.
“Oh ya, itu mungkin saja. Dengan Conor McGregor,” ujar Pacquiao dengan nada santai, dikutip Rabu (5/11/2025).
“Dia terlalu banyak bicara. Saya ingin menutup mulutnya.”
Ucapan tersebut Pacquiao seolah membangkitkan kembali rivalitas lama antara tinju klasik yang berdisiplin dan terukur, melawan gaya bebas penuh provokasi khas MMA.
McGregor sendiri dikenal sebagai sosok yang tak segan melempar komentar pedas sebelum bertarung, dan hal itu rupanya membuat Pacquiao tertarik memberikan pelajaran di atas ring.
Enggan Lawan Khabib: “Dia Panutan dan Orang yang Rendah Hati”
Namun, sikap Pacquiao berbeda ketika diminta memilih antara melawan McGregor atau Khabib Nurmagomedov, mantan juara dunia UFC yang kini telah pensiun. Dengan tegas, ia memilih untuk tidak melawan Khabib karena alasan yang sangat sederhana — rasa hormat.
“(Khabib) orangnya baik, rendah hati, dan inspiratif. Dia panutan yang bagus untuk olahraga,” ujar Pacquiao.
Pernyataan itu menunjukkan sisi sportif Pacquiao sebagai atlet senior yang menghormati lawan. Ia tak melihat Khabib sebagai sosok yang pantas dijadikan rival, melainkan contoh atlet yang menjaga kehormatan olahraga bela diri dengan sikap santun dan disiplin tinggi.
Sementara McGregor dikenal karena sifat flamboyan dan gaya bicara penuh provokasi, Khabib justru sebaliknya yang terkenal tenang, religius, dan menolak segala bentuk drama di luar arena. Tak heran Pacquiao memilih hanya membuka peluang untuk melawan McGregor bukan Khabib.
Baca Juga:
Khabib Datang, Islam Makhachev Aktifkan Full Mode Perang Jelang UFC 322
Manny Pacquiao vs Barrios Berakhir Imbang, Eddie Hearn: Itu Bukan Level Elite!
Khabib Fokus Membangun Generasi Baru
Di sisi lain, Khabib Nurmagomedov tetap berpegang teguh pada keputusannya untuk tidak kembali ke dunia pertarungan. Sejak pensiun pada 2020, ia fokus membina generasi baru petarung dari Dagestan, termasuk Islam Makhachev, yang kini menjadi juara UFC Lightweight dan bersiap naik ke kelas welter di ajang UFC 322.
Khabib telah berulang kali menolak tawaran pertarungan eksibisi, baik dalam tinju maupun MMA. Ia menyebut dirinya sudah “selesai dengan kompetisi” dan lebih memilih peran sebagai mentor bagi para petarung muda.
Dengan demikian, satu-satunya kemungkinan realistis bagi Pacquiao dalam duel crossover hanyalah melawan McGregor, jika negosiasi kedua belah pihak berjalan mulus.
Meski banyak yang menilai Pacquiao seharusnya pensiun, petinju berjuluk “PacMan” itu tampaknya belum ingin berhenti menulis sejarah.
Ia masih menjadi satu-satunya petinju dalam sejarah yang berhasil merebut gelar juara dunia di delapan kelas berbeda, sebuah pencapaian yang belum disamai siapa pun hingga saat ini.
(Dist)











