BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Marc Marquez semakin dekat dengan gelar juara dunia MotoGP 2025, namun ia mengingatkan bahwa rangkaian balapan flyaway bisa menjadi titik penentuan. Pebalap Ducati Lenovo itu menilai Mandalika dan Sepang akan menjadi putaran tersulit, baik dari sisi fisik maupun sejarah pribadinya di lintasan tersebut.
Marquez baru saja menutup akhir pekan di Misano dengan drama jatuh untuk pertama kalinya di Sprint tahun ini, sebelum bangkit meraih kemenangan di Grand Prix San Marino.
Hasil itu membuatnya tetap nyaman di puncak klasemen dengan keunggulan 182 poin atas adiknya, Alex Marquez.
Sejak terakhir kali dikalahkan Alex di Jerez bulan April lalu, Marc konsisten menambah atau mempertahankan jarak poin selama 11 putaran beruntun. Kini, menjelang MotoGP Jepang di Motegi, Marquez hanya tinggal selangkah lagi menuju gelar perdana bersama Ducati. Namun, ia mengingatkan jalan menuju juara tidak akan mulus.
“Mandalika, bersama dengan Sepang, akan jadi balapan tersulit. Mari kita lihat apakah tahun ini kami bisa bersaing untuk kemenangan. Sampai saat ini, saya bahkan belum pernah menyelesaikan balapan Grand Prix di sana!” ungkap Marquez, melansir motoGP.com, Minggu (21/9/2025).
Baca Juga:
Marc Marquez di Ambang Gelar Juara MotoGP 2025
Sejak debut Mandalika di kalender MotoGP 2022, lintasan ini memang belum bersahabat untuk sang juara dunia delapan kali. Tahun itu, Marquez mengalami highside parah saat pemanasan hingga gegar otak dan diplopia kembali kambuh.
Musim 2023, ia tersingkir di Sprint dan Grand Prix Indonesia bersama Repsol Honda. Baru pada 2024 ia mencapai garis finis menutup Sprint di posisi ketiga bersama Gresini Ducati meski kemudian gagal menyelesaikan balapan utama akibat masalah mesin.
Kini, bersama motor pabrikan Ducati, Marquez berharap bisa mengubah catatan buruknya di Sirkuit Mandalika.
“Saya harap ini akan menjadi pertama kalinya saya menyelesaikan balapan hari Minggu di sana, dan mari kita lihat apakah kami bisa naik podium,” tukasnya.
(Budis)











