Masih Dianggap Mistis, Ini Sisi Lain Kesenian Reak yang Jarang Diungkap

Masih Dianggap Mistis, Ini Sisi Lain Kesenian Reak yang Jarang Diungkap
Masih Dianggap Mistis, Ini Sisi Lain Kesenian Reak yang Jarang Diungkap (bing)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Reak merupakan kesenian tradisional khas Sunda yang menggabungkan unsur musik, tari, dan atraksi. Dalam setiap pertunjukannya, Reak identik dengan tabuhan dogdog, iringan kendang, terompet bambu, serta penari berkuda-kudaan yang terkadang mengalami trance atau kesurupan. Pertunjukan ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari kegiatan adat dan ritual masyarakat, terutama di wilayah Priangan Timur seperti Sumedang, Bandung, dan sekitarnya. Kesenian ini telah diwariskan secara turun-temurun dan masih terus dijaga keberlangsungannya oleh berbagai komunitas lokal.

Di beberapa daerah, Reak bukan hanya bentuk seni pertunjukan, tetapi juga sarana ungkapan sosial dan spiritual. Seperti yang dicatat dalam penelitian Anugrah (2023), Paguyuban Reak Gunung Cupu yang berdiri di Kampung Lebak Tulang, Kecamatan Rancakalong, Sumedang, menjadi contoh bagaimana Reak berkembang dari tradisi lokal menjadi bagian dari struktur sosial masyarakat. Sejak aktif pada tahun 2008 hingga 2021, paguyuban ini terlibat dalam berbagai agenda budaya dan adat seperti ruwatan, syukuran panen, serta sedekah bumi.

Anggota paguyuban terdiri dari warga biasa—petani, pemuda, dan tokoh masyarakat—yang terlibat secara sukarela untuk mempertahankan tradisi ini. Mereka melatih generasi muda, mengatur jadwal pementasan, dan melakukan dokumentasi kegiatan. Peran Reak di wilayah ini tidak hanya sebagai hiburan jalanan, melainkan menjadi bagian dari ritus budaya yang memperkuat solidaritas warga desa.

Baca Juga:

Kesenian Badeng, Jejak Syiar Para Wali di Desa Sanding Garut

Kesenian Gembyung: Warisan Budaya Tradisional Kabupaten Subang

Sementara itu, di wilayah Cileunyi, tepatnya di Desa Cinunuk, Reak dikenal melalui gaya Reak Dogdog. Seperti dijelaskan oleh Rudiana dan Irmawandi (2023), Reak Dogdog telah menjadi ikon kesenian desa yang aktif dipentaskan dalam berbagai acara kampung dan perayaan masyarakat. Ciri khas dari Reak Dogdog adalah kekuatan musikalnya yang ritmis dan energik, serta kehadiran unsur teatrikal yang kerap digunakan untuk menyampaikan pesan sosial, kritik, hingga komedi lokal.

Pertunjukan Reak Dogdog biasanya melibatkan kombinasi antara atraksi tari kuda lumping, pemain musik, dan penari yang kesurupan. Namun, alih-alih dianggap sebagai sesuatu yang mistis, masyarakat melihat fenomena ini sebagai bentuk tradisi yang sudah melekat sejak lama dan menjadi bagian dari identitas budaya mereka.

Dalam konteks Jatinangor, Reak juga difungsikan sebagai alat edukasi dan pelestarian budaya lokal. Seperti yang dicatat oleh Dermawan dkk. (2023), berbagai pelatihan dan kegiatan pengabdian masyarakat telah dilakukan untuk mendorong keberlanjutan Reak sebagai warisan budaya daerah. Para pemuda di beberapa desa mulai dilibatkan secara aktif, tidak hanya sebagai penampil tetapi juga dalam pengarsipan, pelatihan, dan promosi kesenian ini melalui media digital.

Salah satu tantangan terbesar dalam pelestarian Reak adalah minimnya regenerasi dan dukungan anggaran. Beberapa kelompok kesenian mulai vakum karena keterbatasan dana atau kurangnya minat generasi muda. Namun demikian, kelompok-kelompok yang masih aktif seperti Gunung Cupu di Sumedang dan Reak Dogdog di Cinunuk menunjukkan bahwa semangat pelestarian tetap ada. Kegiatan mereka membuktikan bahwa kesenian tradisional bisa bertahan selama ada keterlibatan masyarakat dan dukungan komunitas.

Reak merupakan bentuk seni yang tumbuh dari masyarakat dan untuk masyarakat. Ia tidak muncul dari kalangan elit atau lembaga formal, melainkan dari kebutuhan warga untuk mengekspresikan nilai, keyakinan, dan semangat hidup kolektif. Dari sudut pandang sejarah dan fungsi sosial, Reak lebih dari sekadar tontonan budaya. Ia adalah alat komunikasi, media pendidikan, dan simbol keterikatan antara manusia, leluhur, dan alam.

Hingga saat ini, Reak masih terus dipentaskan, dari gang-gang sempit desa hingga panggung budaya tingkat kabupaten. Dengan segala dinamikanya, Reak membuktikan bahwa seni tradisi tidak selalu identik dengan masa lalu. Selama ia masih dimainkan, diajarkan, dan dijaga, maka Reak akan tetap menjadi bagian dari wajah budaya Jawa Barat yang tidak tergantikan.

Penulis:

Daniel Oktorio Saragih
Jurusan : Ilmu Komunikasi
Universitas Informatika Dan Bisnis Indonesia (UNIBI)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
library_upload_21_2022_09_kroasia_68dcdef
Prediksi Skor Kroasia vs Belgia, Duel Dua Raksasa Eropa di Stadion Rujevica
duel-senegal-kolombia5_ratio-16x9
Prediksi Skor Kolombia vs Kosta Rika, Los Cafeteros Bidik Kebangkitan di El Campin
Pameran Pojok Carita di Kiara Artha Park, Farhan Ekspresi Seni Masyarakat
Pameran Pojok Carita di Kiara Artha Park, Farhan: Ekspresi Seni Masyarakat
WhatsApp Image 2026-05-31 at 18.57
Pemkot Bandung Edukasi Warga Pentingnya Cegah Kebakaran Sejak Dini
andrea-kimi-antonelli-test-mercedes-amg-f1-sl-2024-1067608
Kimi Antonelli Unggul 43 Poin, Juan Pablo Montoya Ingatkan Bahaya Terlalu Cepat Berpuas Diri
Berita Lainnya

1

Harga dan Spesifikasi Motor Honda CB, Incaran Kolektor!

2

Rilis Inovasi Baru, Google Lens Bisa Jawab Pertanyaan Video!

3

Farhan Sebut Kiprah Persib di ACL Two Bisa Jadi Momentum Emas Bandung Mendunia

4

Ganjar-Mahfud Pamer QR Code di KPU RI, Ternyata Ini Isinya!

5

Begini Cara Mudah Menggunakan Face ID di iPhone dan iPad
Headline
Ajukan Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Minta Dukungan Pemprov Jabar
Ajukan Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Minta Dukungan Pemprov Jabar
Penataan Terminal Cicaheum, Dialog dengan Pedagang dan Operator Angkutan Diintensifkan
Penataan Terminal Cicaheum, Dialog dengan Pedagang dan Operator Angkutan Diintensifkan
Farhan Sebut Kiprah Persib di ACL Two Bisa Jadi Momentum Emas Bandung Mendunia
Farhan Sebut Kiprah Persib di ACL Two Bisa Jadi Momentum Emas Bandung Mendunia
23DECEMBER25_HIC_Xmas_wishlist_in_the_buildup_to_Egypt_vs_South_Africa_16-9
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Nicaragua, Tim Bafana Incar Kemenangan Meyakinkan di Johannesburg