BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Max Verstappen langsung menunjukkan dominasinya di latihan bebas kedua (FP2) Grand Prix Meksiko 2025 dengan catatan waktu tercepat di Sirkuit Autódromo Hermanos Rodríguez. Menariknya, pebalap Red Bull itu tampil impresif meski tak turun di FP1 karena posisinya sempat digantikan oleh juniornya, Arvid Lindblad.
Sementara itu, Oscar Piastri belum mampu menampilkan performa solid. Pebalap McLaren tersebut hanya menempati posisi ke-12 di FP2, melanjutkan tren kurang meyakinkan setelah sebelumnya finis keempat di FP1.
Performa yang menurun ini memancing komentar pedas dari Jacques Villeneuve, juara dunia F1 1997 yang kini menjadi pengamat di Sky Sports F1.
“Melihat Max Verstappen kembali di depan akan memakannya sepanjang malam. Komentarnya setelah FP2 terdengar tidak percaya diri. Sejak Baku, gaya mengemudinya berantakan. Biasanya itu berarti kehilangan sepersepuluh atau dua persepuluh detik di setiap tikungan dan itu bisa memengaruhi mentalnya,” kata Villeneuve.
Villeneuve menilai bahwa Piastri mulai kehilangan ketenangan dan arah dalam proses pengembangan mobilnya. Menurutnya, serangkaian kesalahan kecil yang tampak sepele justru bisa berimbas besar pada konsistensi dan fokus di lintasan.
“Kesalahan kecil bisa membuat arah setelan mobil jadi tidak tepat. Itu membuatnya frustrasi,” tambah Villeneuve.
Baca Juga:
Di Tengah Krisis, Verstappen Jadi Pilar Harapan Red Bull di Formula 1 2025
Menanggapi kritik tersebut, Piastri berusaha tetap tenang dan realistis. Ia mengakui FP2 bukan sesi terbaiknya, namun merasa masih ada ruang untuk perbaikan menjelang kualifikasi.
“Lap saya dengan ban lunak cukup biasa saja, jadi saya tidak heran dengan hasilnya. Kami mencoba banyak hal untuk mencari tahu apa yang berhasil dan tidak. Targetnya membuat mobil lebih konsisten untuk hari Sabtu,” ujar Piastri.
Pebalap asal Australia itu juga mengingat kembali Grand Prix Amerika Serikat, di mana ia hanya finis kelima dan kehilangan sebagian besar keunggulan poin di klasemen. Kini, selisihnya dengan Verstappen tinggal 40 poin, setelah pebalap Red Bull itu memangkas defisit 64 poin sejak GP Belanda.
“Itu akhir pekan yang cukup berantakan, tapi kami menemukan beberapa hal kecil yang perlu diperbaiki. Seperti biasa, persaingan akan ketat. Tapi saya percaya kami masih punya mobil yang cukup cepat untuk bersaing,” tambah Piastri.
Dengan performa Verstappen yang kian konsisten dan Desain RB21 yang semakin matang di trek tinggi seperti Meksiko, tekanan besar kini berada di pundak Oscar Piastri. McLaren perlu menemukan keseimbangan antara kecepatan dan stabilitas jika tak ingin keunggulan di klasemen tergerus habis menjelang fase akhir musim.
(Budis)









