BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Puluhan siswa di SD Negeri 5 Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, terpaksa belajar di lantai tanpa meja dan kursi selama lebih dari satu tahun, karena perabot sekolah yang rusak parah dan lapuk dimakan rayap.
Salah satu siswi kelas VI, Kaila, mengaku kesulitan mengikuti pelajaran dalam kondisi belajar yang jauh dari layak itu.
“Belajar di lantai itu capek, Pak. Pinggang saya sering sakit karena harus bungkuk waktu menulis. Kami ingin punya meja dan kursi seperti anak-anak sekolah lain,” ujar Kaila, mengutip beritasatu, Rabu (29/10/2025).
Kondisi serupa juga dialami oleh 65 siswa yang menempati dua ruang kelas, yakni kelas V dan VI. Kepala SD Negeri 5 Cicadas, Lilis Hasana, mengungkapkan bahwa kekurangan fasilitas belajar tersebut telah terjadi sejak tahun lalu dan hingga kini belum mendapat penanganan.
“Meja dan kursi di dua kelas itu sudah keropos dan tidak layak dipakai. Sebagian besar dimakan rayap. Kalau ada yang masih bisa diperbaiki, kami perbaiki dengan seadanya,” kata Lilis.
Menurutnya, pihak sekolah telah mengajukan bantuan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, namun hingga kini belum ada tindak lanjut. Dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) beberapa tahun lalu, pengajuan serupa juga sudah pernah disampaikan.
“Saat ujian, siswa terpaksa memakai meja dan kursi pinjaman dari kelas lain. Namun jumlahnya terbatas, jadi harus bergantian,” tambahnya.
Berlokasi di Jalan Pancasila II, Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, sekolah dasar ini menampung ratusan siswa. Meski sempat menerima sejumlah bantuan dari perusahaan melalui program tanggung jawab sosial (CSR), namun dukungan tersebut belum pernah mencakup pengadaan perabot ruang kelas yang sangat dibutuhkan.
Para guru dan orang tua murid pun berharap pemerintah daerah segera turun tangan memperbaiki fasilitas belajar di sekolah itu.
“Anak-anak butuh belajar dengan layak. Mereka calon penerus bangsa, jangan biarkan mereka terus belajar di lantai,” tegas Lilis Hasana, Kepala SDN 5 Cicadas.
Baca Juga:
Gempa Garut M 4,9 Sebabkan 4 Rumah dan 1 SD Rusak di Pasirwangi
Ruang Kelas Rusak Dua Tahun, Puluhan Siswa SDN Cipaku Sukabumi Terpaksa Belajar di Musala
Ironisnya, kondisi memprihatinkan ini terjadi di tengah kawasan industri padat yang dipenuhi berbagai perusahaan besar. Di antara deretan pabrik dan aktivitas ekonomi yang menggeliat, SDN 5 Cicadas justru belum menikmati fasilitas pendidikan dasar yang layak.
Situasi tersebut menjadi cermin ketimpangan pembangunan sekaligus peringatan bagi pemerintah dan dunia industri untuk lebih peduli terhadap mutu pendidikan di wilayah sekitar.
(Vini Virdiyanti/Aak)











