Mengapa Salat Id Sebaiknya di Lapangan Terbuka? Ini Penjelasannya

salat id
(web)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Menjelang fajar 1 Syawal, umat Islam biasanya berbondong-bondong menuju dua lokasi utama: masjid besar di pusat kota atau tanah lapang yang luas. Meski masjid seringkali dianggap sebagai tempat ibadah yang paling mulia, dalam konteks pelaksanaan Salat Idulfitri dan Iduladha, terdapat tuntunan khusus yang justru lebih menganjurkan pelaksanaannya di area terbuka atau lapangan (al-mushalla).

Bukan sekadar masalah kapasitas ruangan, anjuran ini memiliki akar sejarah dan filosofi mendalam yang telah dicontohkan langsung oleh Rasulullah saw. Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai alasan di balik tradisi tersebut.

Pesan Persatuan dan Syiar Islam

Sejarah mencatat bahwa Nabi Muhammad saw. hampir selalu memilih tanah lapang yang berjarak sekitar 1.000 hasta (kurang lebih 200 meter) dari Masjid Nabawi untuk mendirikan salat hari raya. Sebagaimana dikisahkan oleh sahabat Abu Sa’id al-Khudri ra dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari:

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ وَاْلأَضْحَى إِلَى الْمُصَلَّى فَأَوَّلُ شَيْءٍ يَبْدَأُ بِهِ الصَّلاَةُ …

“Diriwayatkan dari Abu Sa‘id al-Khudri bahwa ia berkata: Nabi Muhammad saw. selalu keluar pada hari Idulfitri dan hari Iduladha menuju lapangan, lalu hal pertama yang ia lakukan adalah shalat …”

Pilihan Rasulullah saw. untuk meninggalkan kemuliaan masjidnya demi menuju lapangan terbuka memberikan pelajaran penting: Idulfitri adalah hari milik semua orang. Lapangan memungkinkan kerumunan massa yang lebih besar dari berbagai lapisan masyarakat—tua, muda, hingga perempuan yang sedang berhalangan sekalipun—untuk hadir bersama-sama, mendengarkan khutbah, dan merasakan atmosfer kemenangan secara kolektif.

Baca Juga:

Salat Id di Plaza Balai Kota Bandung, Ini Daftar Kantong Parkirnya

Sunah Berhias dan Pakai Wangi-wangian sebelum ke Laksanakan Salat Idulfitri

Simbol Kesetaraan Tanpa Sekat

Di lapangan terbuka, sekat-sekat fisik yang biasanya ada di dalam bangunan masjid seolah menghilang. Semua jamaah bersatu di bawah langit yang sama, melambangkan kesetaraan di hadapan Allah Swt. Kerumunan massa ini juga berfungsi sebagai izharus-syi’ar atau menampakkan kemegahan agama Islam kepada khalayak luas, menunjukkan kekuatan ukhuwah (persaudaraan) antarumat.

Prinsip Kemudahan (Yusrun) dalam Islam

Meskipun lapangan adalah pilihan utama menurut sunnah, Islam tetaplah agama yang memudahkan (yusrun) dan tidak memberatkan pemeluknya. Sunnah salat di lapangan bersifat kondisional terhadap keadaan alam dan lingkungan.

Masjid berubah menjadi tempat utama apabila terdapat situasi darurat atau uzur syar’i, seperti hujan deras yang tidak memungkinkan jamaah berkumpul di area terbuka tanpa mengganggu kekhusyukan. Hal ini terekam jelas dalam riwayat dari Abu Hurairah ra:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّهُ أَصَابَهُمْ مَطَرٌ فِي يَوْمِ عِيدٍ فَصَلَّى بِهِمُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلاَةَ الْعِيدِ فِي الْمَسْجِدِ

“Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa mereka (para Sahabat) pada suatu hari raya mengalami hujan, lalu Nabi saw. melakukan salat bersama mereka di masjid.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, dan al-Hakim).

Lapangan Sebagai Mimbar Utama

Hadis di atas mempertegas bahwa salat Id di masjid merupakan “pilihan kedua” yang diambil karena adanya kendala cuaca. Tanpa adanya halangan tersebut, tanah lapang tetap menjadi lokasi ideal untuk membumikan keagungan Allah.

Dengan berkumpul di lapangan, umat Islam tidak hanya menjalankan ritual ibadah, tetapi juga menghidupkan semangat persatuan dan memperkuat silaturahmi secara luas di hari yang fitri.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
KDS Kebut Tangani Banjir Kabupaten Bandung, Normalisasi Sungai hingga Bangun Drainase Baru
KDS Kebut Tangani Banjir Kabupaten Bandung, Sungai Dikeruk hingga Bangun Drainase Baru
Dorong Swasembada Kedelai, KDM Minta Petani Lakukan Ini
Dorong Swasembada Kedelai, KDM Minta Petani Lakukan Ini
favehotel Hyper Square Bandung Hadirkan Meeting Package Harga Terjangkau Untuk Kebutuhan Bisnis
favehotel Hyper Square Bandung Hadirkan Meeting Package Harga Terjangkau Untuk Kebutuhan Bisnis
OJK Jabar Dukung Penguatan Peran BPR dan BPRS bagi Ekonomi Rakyat
OJK Jabar Dukung Penguatan Peran BPR dan BPRS bagi Ekonomi Rakyat
Gus Muhaimin Kukuhkan KDS sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung
Gus Muhaimin Kukuhkan KDS sebagai Ketua PKB Kabupaten Bandung
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

3

Woodyland Eatery Kafe Baru di Bandung Mengusung Tema Magical Forest Rest!

4

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

5

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi
Headline
Kota Bandung Jajaki Kolaborasi Kebudayaan dan Industri Kreatif dengan Prancis
Kota Bandung Jajaki Kolaborasi Kebudayaan dan Industri Kreatif dengan Prancis
timnas-kanada-saatnya-les-rouges-buat-sejarah-di-800-2026-05-02-091044_0
Prediksi Skor Kanada vs Bosnia-Herzegovina Piala Dunia 2026, Tuan Rumah Bidik Kemenangan Bersejarah di Laga Pembuka
Bandung Zoo
Ada Pengelola Baru, Pemkot Siapkan Tahapan Perizinan dan Transisi Operasional Bandung Zoo
Sumber: Ilustrasi AI
Pertamax Resmi Naik! Cek Rincian Harga Terbaru BBM Pertamina di Sini