JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Google mengguncang dunia teknologi lewat Project Suncatcher, sebuah proyek revolusioner yang bertujuan membangun pusat data kecerdasan buatan (AI) di luar angkasa.
Mengutip Arstechnica (13/11/2025), proyek ini dirancang untuk memanfaatkan energi matahari secara langsung di orbit, sehingga kebutuhan komputasi AI global dapat dipenuhi tanpa membebani sumber daya di Bumi.
Energi Matahari Tak Terbatas dari Orbit
Raksasa mesin pencari asal Mountain View ini meyakini bahwa ruang angkasa menyediakan pasokan energi matahari yang jauh lebih stabil dibandingkan dengan di permukaan Bumi.
Dengan memasang panel surya di orbit, energi dapat diserap hampir tanpa henti. Produktivitas panel surya di luar angkasa bahkan disebut mencapai delapan kali lebih tinggi dibandingkan panel yang beroperasi di Bumi.
Google membayangkan jaringan satelit cerdas yang saling terhubung menjadi fondasi pusat data AI masa depan. Keunggulan lain dari sistem ini adalah tidak membutuhkan lahan fisik maupun sistem pendingin konvensional seperti pusat data tradisional yang menelan energi besar.
Konstelasi Satelit dan TPU di Orbit
Sebagai langkah awal, Google tengah menyiapkan konstelasi satelit kecil yang masing-masing dilengkapi dengan Tensor Processing Unit (TPU) yang merupakan chip khusus yang dirancang untuk mempercepat komputasi AI.
Satelit-satelit ini nantinya akan saling berkomunikasi melalui sistem optik berkecepatan tinggi, dengan kapasitas mencapai puluhan terabit per detik. Teknologi ini memungkinkan penerapan machine learning (ML) secara terdistribusi di luar atmosfer Bumi.
Baca Juga:
Lebih Garang dari iPhone 17, Xiaomi 17 Ultra Usung Kamera 200MP dan Layar OLED 2K 120H
Pembatasan Gim Online dan Medsos untuk Pelajar Bakal Dikawal 4 Kementerian
Tantangan Teknis dan Ketahanan Chip
Meski ambisius, Project Suncatcher menghadapi tantangan besar. Salah satunya adalah cara mendinginkan perangkat keras di ruang hampa, serta memastikan ketahanan chip terhadap radiasi kosmik.
Google menyebut bahwa TPU generasi Trilium memiliki ketahanan cukup tinggi, mampu bertahan selama lima tahun di orbit. Ini menjadi dasar kepercayaan diri perusahaan untuk melangkah ke tahap berikutnya.
Target Peluncuran dan Visi Jangka Panjang
Jika semua berjalan sesuai rencana, satelit prototipe pertama akan diluncurkan pada awal 2027.
Tahap selanjutnya, pembangunan pusat data berbasis orbit akan dimulai sekitar pertengahan 2030, seiring menurunnya biaya peluncuran ke luar angkasa.
(Dist)











