JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online (ojol) berusia 21 tahun, meregang nyawa usai dilindas oleh kendaraan taktis (rantis) milik Brimob di Jakarta.
Kejadian tragis itu, menuai geombang kecaman publik, yang dianggap sengaja untuk menabrak korban.
Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat kendaraan rantis Brimob itu melaju dengan kecepatan tinggi di tengah kerumunan massa, hingga akhirnya menabrak dan melindas Affan.
Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri mengonfirmasi, korban pengemudi ojol dalam insiden itu telah meninggal dunia. Berdasarkan tayangan video yang beredar, kendaraan taktis Brimob yang terlibat dalam kejadian itu diduga merupakan rantis jenis Rimueng.
Untuk mengenal lebih jauh terkait kendaraan itu, dioperasikan sebagai unit patroli jarak jauh yang dirancang untuk menjalankan berbagai jenis operasi.
Fungsinya mencakup patroli jarak jauh, pengamanan demonstrasi, penjagaan VVIP, hingga digunakan dalam operasi pertempuran konvensional.
Mengetahui Rantis Brimob Disorot karena Lindas Driver Ojol
Mengutip Instagram resmi Humas Korps Brimob, rantis ini mampu membawa 4 orang di dalam kabin, serta 8 personel lainnya yang bisa berdiri di bagian luar menggunakan footstep pada sisi kanan dan kiri kendaraan.
Kendaraan ini memiliki panjang sekitar 5,33 meter dan dibalut dengan pelat baja, karena menggunakan bodi lapis baja penuh (full body armor plate). Kaca jendelanya juga tidak kalah tangguh, dengan ketebalan mencapai standar NIJ level 3.
BACA JUGA:
Pindad Apresiasi Peran Besar Prabowo Lahirkan Rantis Maung
Diluncurkan Prabowo, Mobil Listrik Pindad MV3 Pandu Punya Spesikasi Badak!
“Rantis patroli jarak jauh dengan kemampuan dan durabilitas dan tersertifikasi untuk pengamanan dan penyelamatan, penanganan unjuk rasa, pengamanan VIP dan sebagai kendaraan taktis pertempuran konvensional,” tulis keterangan dalam video yang diunggah oleh Humas Korps Brimob.
Performa dan fitur kesiagaan
Ditenagai mesin berkapasitas 3.200 cc, kendaraan ini diklaim mampu melaju hingga 100 km/jam di jalan perkotaan.
Selain itu, rantis Rimueng juga dilengkapi senjata. Kendaraan ini dibekali mounting gun untuk senapan serbu serta dua pelontar gas air mata jenis volcano berkaliber 38 mm.
Pelontar gas air mata tersebut mampu membawa 15 peluru, dan dapat ditembakkan baik secara otomatis sebanyak 15 peluru sekaligus maupun secara manual dengan tembakan per 5 peluru.
Rimueng juga dirancang untuk menjelajah medan ekstrem, termasuk menaklukkan tanjakan curam dengan sudut kemiringan hingga 60 derajat.
Nama “Rimueng” sendiri berasal dari bahasa Aceh, yang berarti “harimau” — menggambarkan kekuatan dan keganasan kendaraan ini di lapangan.
(Saepul)











