Menkop: Koperasi Desa Jadi Motor Ekonomi Lokal, Bukan Hentikan Ritel Modern

Koperasi tambang
Menteri Koperasi Ferry Juliantono (dok. Kemenkop)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Pemerintah menegaskan fokus kebijakan ekonomi perdesaan bukan pada penghentian ekspansi ritel modern, melainkan pada penguatan peran koperasi sebagai motor utama perputaran ekonomi lokal. Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan bahwa negara tengah mendorong desa-desa agar memiliki kemandirian ekonomi melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih.

Menurut Ferry, keberadaan koperasi desa menjadi instrumen strategis agar aktivitas ekonomi masyarakat tidak tersedot keluar wilayah, melainkan berputar di tingkat lokal.

“Desa seharusnya menjadi ruang tumbuh koperasi. Dengan koperasi, uang masyarakat bisa berputar di desa, bukan mengalir ke pemilik saham di pusat,” ujarnya, dikutip dari Antara, Sabtu (21/2/2026).

Ia menegaskan pemerintah tidak melarang ekspansi ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret, namun mendorong adanya penataan dan evaluasi izin, khususnya di wilayah pedesaan. Langkah tersebut dinilai penting agar ekosistem ekonomi desa tidak timpang dan tetap memberi ruang bagi usaha berbasis komunitas.

“Yang dilakukan adalah pengaturan, bukan pelarangan. Banyak kepala daerah juga mulai mengevaluasi ulang regulasi perizinan ritel modern di wilayah mereka,” kata Ferry.

Baca Juga:

Desa Sukorambi Bentuk Koperasi Merah Putih

Sebagai alternatif penguatan ekonomi desa, pemerintah menyiapkan ekspansi besar Kopdes Merah Putih yang ditargetkan tumbuh hingga puluhan ribu unit di seluruh Indonesia. Koperasi ini diharapkan menjadi pusat distribusi produk lokal, penggerak UMKM desa, sekaligus pencipta lapangan kerja baru bagi generasi muda, termasuk milenial dan Gen Z.

Ferry juga menegaskan bahwa Kopdes tidak akan berjalan sendiri, melainkan membangun ekosistem kolaboratif dengan warung tradisional, warung Madura, hingga ritel digital.

“Masyarakat harus menjadi pelaku utama ekonomi, bukan sekadar konsumen. Koperasi adalah instrumen kelembagaannya,” ujarnya.

Menurutnya, kebijakan ini sejalan dengan visi pemberdayaan ekonomi rakyat, di mana koperasi diposisikan bukan hanya sebagai badan usaha, tetapi sebagai pilar kemandirian ekonomi nasional berbasis komunitas.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
Prediksi Skor Peru vs Spanyol: La Roja Bidik Kemenangan dalam Laga Uji Coba Internasional
bank bjb Dorong Sport Tourism Lewat Kesuksesan Suroboyo 10K di Kota Surabaya
bank bjb Dukung Sport Tourism dan Gaya Hidup Sehat via Suroboyo 10K di Kota Surabaya
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Cimahi Perkuat Pengelolaan Sampah Tingkat RT
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Cimahi Perkuat Pengelolaan Sampah Tingkat RT
SPMB Kota Bandung
Pendaftaran SPMB Kota Bandung Jenjang SD dan SMP Tahap 1 2026 Dibuka
Pemprov Jabar Raih Penghargaan Pemda Terbaik Penggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
Pemprov Jabar Raih Penghargaan Pemda Terbaik Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
Berita Lainnya

1

Prediksi Skor Peru vs Spanyol: La Roja Bidik Kemenangan dalam Laga Uji Coba Internasional

2

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025

3

Viral Penembakan Kucing! Ini Hukum Bunuh Kucing Dalam Islam

4

Ribuan Alumni Siap Hadiri Haul Akbar Masyayikh Pondok Pesantren Cipasung

5

Begini Cara Reschedule Tiket Kereta Api yang Benar Melalui Acces by KAI!
Headline
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri