Menpar Widiyanti Luruskan Isu “Kena Semprot” DPR, Ini Klarifikasinya

Menteri Pariwisata DPR
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana . (dok. Kemenpar)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Menteri Pariwisata Widiyanti, Putri Wardhana memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang menyebut dirinya mendapat teguran dari anggota DPR RI karena disebut menolak mengikuti rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI.

Widiyanti menegaskan bahwa informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta yang terjadi.

Ia menyatakan, bahwa Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan Komisi VII DPR RI merupakan mitra kerja yang selama ini menjalin hubungan saling menghormati dalam menjalankan tugas dan fungsi masing-masing.

Bantah Menolak Rapat DPR

Widiyanti menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menolak undangan rapat kerja dari Komisi VII DPR RI. Ia menyebut kehadirannya dalam rapat merupakan bagian dari tugas sebagai menteri dan mitra kerja DPR.

“Ini yang harus saya luruskan. Tidak ada soal saya menolak rapat,” kata Widiyanti, Sabtu (24/1/2026), sebagaimana dilansir Antara.

Ia menjelaskan bahwa rapat kerja tersebut digelar atas undangan DPR RI dalam kapasitas Kementerian Pariwisata sebagai mitra Komisi VII. Menurutnya, tidak pernah ada pernyataan atau sikap penolakan dari dirinya terkait rapat tersebut.

“Kami rapat itu diundang DPR sebagai mitra Komisi VII, tidak ada soal saya menolak rapat,” ujarnya.

Menpar Siap Ikuti Rapat Hingga Malam

Widiyanti juga menyampaikan bahwa dalam rapat kerja tersebut, ia telah meluangkan waktu untuk membahas berbagai isu strategis di sektor pariwisata nasional. Ia menyebut kesiapan mengikuti rapat hingga malam hari apabila diperlukan.

Menurut Widiyanti, pembahasan yang dilakukan dalam rapat bersama Komisi VII DPR RI mencakup banyak agenda, mulai dari capaian kinerja sektor pariwisata hingga rencana kerja Kementerian Pariwisata ke depan.

Ia menyayangkan munculnya pemberitaan yang dinilai menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Banyak media yang menulis itu, tapi mereka tidak hadir di sana dan tidak paham konteksnya,” kata Widiyanti.

Pembagian Rapat Karena Banyaknya Agenda

Widiyanti menjelaskan bahwa rapat kerja tersebut akhirnya dibagi menjadi dua sesi karena banyaknya materi yang perlu dibahas. Keputusan tersebut diambil oleh pimpinan rapat dan disepakati bersama untuk melanjutkan pembahasan pada waktu berikutnya.

“Yang terjadi adalah karena pembahasan sangat banyak, maka pimpinan akhirnya membagi dua rapat dan akan meneruskannya kembali di minggu depan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pembagian rapat tersebut bukan disebabkan oleh penolakan dari pihak Kementerian Pariwisata.

Pernyataan Ketua Komisi VII DPR

Terkait pernyataan Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay yang menjadi sorotan publik, Widiyanti menilai bahwa pernyataan tersebut tidak ditujukan secara khusus kepada dirinya.

Menurut Widiyanti, pernyataan tersebut disampaikan secara umum kepada seluruh peserta rapat kerja.

“Jadi kenapa kok beritanya seolah-olah saya yang kena semprot? Sekali lagi, kami dan Komisi VII adalah mitra dan saling menghormati dan kami baik-baik saja,” kata Widiyanti.

Baca Juga:

Yusril Tegaskan Penempatan Polri Aktif di Jabatan Sipil Tetap Sah, Permohonan Ditolak!

Latar Belakang Rapat Kemenpar dan DPR

Sebagai informasi, Komisi VII DPR RI dan Kementerian Pariwisata menggelar rapat kerja bersama pada Rabu (21/1/2026) di Gedung DPR RI, Jakarta. Rapat tersebut membahas capaian sektor pariwisata Indonesia sepanjang tahun 2025 serta rencana kerja Kementerian Pariwisata untuk tahun 2026.

Dalam rapat tersebut, Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay menekankan pentingnya penyampaian laporan secara langsung dalam forum rapat kerja, bukan hanya melalui laporan tertulis.

“Ini kan yang gini-gini memang kerja kita rapat. Ibu Menteri kalau enggak mau rapat ya jangan jadi menteri juga. Kita juga kalau anggota DPR enggak mau rapat ya jangan jadi anggota DPR juga dong,” ujar Saleh dalam rapat tersebut.

Widiyanti menegaskan bahwa hubungan kerja antara Kementerian Pariwisata dan Komisi VII DPR RI tetap berjalan sebagaimana mestinya dan dilandasi prinsip kemitraan sesuai tugas konstitusional masing-masing lembaga.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
library_upload_21_2022_09_kroasia_68dcdef
Prediksi Skor Kroasia vs Belgia, Duel Dua Raksasa Eropa di Stadion Rujevica
duel-senegal-kolombia5_ratio-16x9
Prediksi Skor Kolombia vs Kosta Rika, Los Cafeteros Bidik Kebangkitan di El Campin
Pameran Pojok Carita di Kiara Artha Park, Farhan Ekspresi Seni Masyarakat
Pameran Pojok Carita di Kiara Artha Park, Farhan: Ekspresi Seni Masyarakat
WhatsApp Image 2026-05-31 at 18.57
Pemkot Bandung Edukasi Warga Pentingnya Cegah Kebakaran Sejak Dini
andrea-kimi-antonelli-test-mercedes-amg-f1-sl-2024-1067608
Kimi Antonelli Unggul 43 Poin, Juan Pablo Montoya Ingatkan Bahaya Terlalu Cepat Berpuas Diri
Berita Lainnya

1

Rilis Inovasi Baru, Google Lens Bisa Jawab Pertanyaan Video!

2

Harga dan Spesifikasi Motor Honda CB, Incaran Kolektor!

3

PKM di Garut, Dosen dan Mahasiswa Ekuitas University Bantu UMKM Desa Cipancar Kelola Bisnis via Teknologi Digital

4

Farhan Sebut Kiprah Persib di ACL Two Bisa Jadi Momentum Emas Bandung Mendunia

5

Kapan Waktu yang Tepat untuk Ganti Smartphone?
Headline
Ajukan Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Minta Dukungan Pemprov Jabar
Ajukan Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Minta Dukungan Pemprov Jabar
Penataan Terminal Cicaheum, Dialog dengan Pedagang dan Operator Angkutan Diintensifkan
Penataan Terminal Cicaheum, Dialog dengan Pedagang dan Operator Angkutan Diintensifkan
Farhan Sebut Kiprah Persib di ACL Two Bisa Jadi Momentum Emas Bandung Mendunia
Farhan Sebut Kiprah Persib di ACL Two Bisa Jadi Momentum Emas Bandung Mendunia
23DECEMBER25_HIC_Xmas_wishlist_in_the_buildup_to_Egypt_vs_South_Africa_16-9
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Nicaragua, Tim Bafana Incar Kemenangan Meyakinkan di Johannesburg