BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan kota yang aman, inklusif, dan ramah bagi anak-anak.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan upaya mencapai predikat zero bullying bukan hal yang mudah, tetapi menjadi langkah penting untuk menuju Kota Layak Anak tingkat Utama.
“Kota Bandung baru mencapai predikat Ramah Anak tingkat Madya. Masih ada jenjang berikutnya yang harus kita capai. Kegiatan hari ini adalah bentuk komitmen bersama agar Kota Bandung benar-benar bebas dari segala bentuk perundungan, baik fisik maupun digital,” kata Farhan, Rabu (29/10/2025).
Farhan menyoroti meningkatnya kasus bullying digital, seiring dengan tingginya penetrasi teknologi di masyarakat. Berdasarkan data, akses internet di Kota Bandung sudah mencapai 82%, sementara literasi digital masih di bawah 70%.
Bahkan, kepemilikan ponsel melebihi 100%, menandakan satu orang rata-rata memiliki lebih dari satu perangkat.
“Artinya, kemampuan menggunakan teknologi belum seimbang dengan pemahaman etika digital. Ini yang sedang kita perbaiki,” jelasnya.
Farhan menambahkan, Pemkot Bandung juga memperkuat perlindungan fisik dan psikologis bagi anak-anak dengan melibatkan Dinas Pendidikan (Disdik) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) untuk melakukan edukasi, pengawasan, serta pendampingan di sekolah-sekolah.
Sementara itu, Kepala DP3A Kota Bandung, Uum Sumiati, mengatakan sekolah memiliki peran strategis dalam mencegah terjadinya perundungan.
“Kami ingin seluruh satuan pendidikan guru, tenaga kependidikan, dan siswa memahami pentingnya menciptakan sekolah yang aman dan nyaman. Bullying berdampak buruk terhadap tumbuh kembang anak, dan ini harus kita hentikan bersama,” ujar Uum.
Baca Juga:
Tekan Kekerasan di Sekolah, Pemkot Bandung Luncurkan Program Zero Bullying untuk SD dan SMP
Menurutnya, deklarasi ini bukan sekadar simbolik, tetapi menjadi gerakan nyata agar seluruh sekolah di Bandung berkomitmen mewujudkan lingkungan belajar yang bebas dari kekerasan dan intimidasi.
Sedangkan, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, menegaskan pihaknya terus melakukan pemantauan dan evaluasi di seluruh satuan pendidikan, mulai dari TK hingga SMP.
“Kami menyiapkan tenaga psikolog untuk membantu penanganan anak-anak yang menjadi korban atau pelaku bullying. Evaluasi dilakukan secara rutin di setiap sekolah,” jelas Asep.
Selain itu, Asep juga menegaskan, bila ditemukan praktik bullying, sekolah akan diberikan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kami berkomitmen penuh memastikan setiap sekolah di Kota Bandung menjadi tempat yang aman, inklusif, dan ramah bagi seluruh anak,” pungkasnya.
(Kyy/Budis)











